Vendor Minta Dewan Lihat Langsung Proses Transipment Biar Tidak Curiga

Vendor Minta Dewan Lihat Langsung Proses Transipment Biar Tidak Curiga

DILIPUTNEWS.CO - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat memanggil vendor perusahaan tambang PT Mifa Bersauada, yakni PT Sari Internasional Group (SIG). Selain PT SIG DPRK juga turut memanggil Kantor Karantina Pelabuhan Kelas III Banda Aceh Wilayah Kerja Meulaboh, serta Kantor Pelayanan Bea Dan Cukai (KPBC) Tipe Madya C Meulaboh.

Dalam panggilan tersebut, DPRK setempat meminta penjelasan dari PT SIG selaku vendor terhadap proses bongkar muat (PBM) guna mengantisipasi penularan Coronavirus Disease (Covid 19), mengingat perusahaan itu selama ini berinteraksi langsung dengan kapal asing.

Direktur PT SIG Amiruddin, mengatakan jika pihaknya selama ini selalu mengikuti apa yang menjadi protocol pemeritah dalam penanganan Covid 19. Pihaknya, kata Amir juga tidak mau menanggung resiko dengan penularan viru SARS-CoV-2 tersebut.

Bahkan, Amir menantang dewan setempat untuk melihat situasi pekerjaan mereka di kapal tersebut, sehingga tidak ada kecurigaan yang menggiring opini berlebihan di publik.

“Jadi saya rasa silahkan Dewan turun dan lihat sendiri bagaimana kami bekerja disana. Bahkan selama Covid ini anggota kami tidak kami izinkan bertemu atau kontak langsung dengan mereka,” kata Amiruddin.

Bahkan sebutnya, pekerja harus menanggung resiko terhadap kondisi saat ini, pada kondisi hujan para pekerjanya itu harus rela basah kuyup karena tidak dibenarkan masuk kabin.

Sementara itu manager operasionalan, PT SIG, Fauzan, menambahkan yang dilakukan pihaknya bukan hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, lantaran adanya Covid 19. Akan tetapi sudah melakukan pemeriksaan terhadap pekerjanya jauh sebelum wabah ini menyebar ke belahan dunia.

“Ketika adanya wabah covid kita meningkatkan lagi skala untuk pengecekan kesehatan bagi pekerja kita. Salah satunya itu kesehatan pengecekan suhu tubuh, tensi darah dan insfektan,” kata Fauzan.

Saat para pekerja menaiki boat menuju ke kapal pengangkut batubara untuk melakukan transipment, pihaknya juga memberlakukan social distancing atau batas jarak kepada para pekerja tersebut.

Saat boat mulai merapat pada kapal pengangkut, pekerja kapal menyerahkan nama-nama pekerja yang akan melakukan transipment diatas kapal. Setelah itu, kata dia, para pekerja baru dibenarkan menaiki deck kapal.

Diatas deck, kata dia, juga para perkerja diberikan pengarahan wilayah akses mereka di kapal tersebut selama proses bongkar muat berlangsung.

“Dan mereka juga tidak diperbolehkan masuk dalam kabin kapal. Untuk interaksi sendiri pihak kapal besar sudah memberikan pengarahan melalui imbauan yang ditempel didinding kapal yang menyebutkan be war of corona virus, artinya anda jaga jarak disitu,” ucapnya.

Untuk penyerahan dokumen kegiatan hasil muatan didalam kapal sebelum diangkut guna dibubuhi tandatangan, kata dia, nantinya diberikan pada petugas untuk memberikan kepada kapten kapal itu.

Jika secara protocol pemerintah menetapkan physical distancing dengan jarak 1,8 meter, kata dia, pihaknya bahkan mewajibkan jaga jarak 5 meter dari setiap kru didalam kapal itu.

Untuk komuniskasi, sebut Fauzan, mereka menggunakan hand talking (HT) sehingga tidak melakukan komunikasi secara langsung.

“Saat proses kegiatan pihak kapal hanya melakukan pemantauan melalui break yang berada di anjungan atau terkadang menggunakan teropong, dan jika ada instruksi pekerja mereka menggunakan HT,” sebut Fauzan.**

error: