29 Orang Petugas Disiagakan Untuk Evakuasi Pasien Covid-19 Asal Simeulue

29 Orang Petugas Disiagakan Untuk Evakuasi Pasien Covid-19 Asal Simeulue

DILIPUTNEWS.CO – Sebanyak 29 petugas yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Barat dikerahkan untuk mengawal kelancaran evakuasi dua orang pasien Covid-19 asal Kabupaten Simeulue yang dinyatakan positif terinfeksi.

Dua pasien AS (20) dan SB (42) akan dirujuk ke RSU Zainal Abidin, Banda Aceh dengan menggunakan kapal KMP Teluk Sinabang setelah lima hari batal berangkat disebabkan cuaca buruk disertai angin kencang.

Berdasarkan peta evakuasi yang diperoleh DiliputNews.co, 29 petugas yang disiagakan selama proses evakuasi pasien di pelabuhan penyeberangan Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat itu terdiri dari 5 ring.

Ring satu ditempatkan di tempat bersandarnya kapal, yakni dari ASDP 1 orang, Dishub 1 orang, Kodim 0105 Aceh Barat 1 orang, Polsek Samatiga 1 orang dan Abk kapal 1 orang. Kemudian ring dua berada di badan pelabuhan yakni BPBD Aceh Barat sebanyak 4 orang dan Kodim 1 orang.

Kemudian, Ring 3 petugas yang bersiaga berada di portal masuk pelabuhan terdiri dari KKP 2 orang, Dinas Kesehatan 2 orang, TNI 2 orang dan Polairud 1 orang. Ring ketiga berada di terminal pelabuhan terdiri dari Dinkes 2 orang dan KKP 2 orang.

Ring 5 bertempat di Gerbang Depan pelabuhan yakni dari Dishub 3 orang, Polairud 1 orang, Kodim 1 orang, Polsek setempat 1 orang. Saat ini pasien sedang dalam perjalanan dari Sinabang menuju Aceh Barat.

Juru Bicara Covid 19 Aceh Barat, Amril Nuthihar kepada DiliputNews.co mengatakan, selama proses evakuasi dua pasien positif Covid-19 tersebut, pelabuhan dilarang untuk dimasuki warga sekitar.

“Saat evakuasi berlangsung, kita juga akan menyemprotkan disinfektan di area pelabuhan, untuk memastikan virus yang mudah menular tersebut bisa ditangani dan tidak menyebar,” kata Amril, Selasa (12/5/2020).

Selain itu, pihak gugus tugas juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir tentang hal itu, lantaran semua keperluan untuk penanganan telah disiapkan, mulai dari kapal pasien tiba hingga meninggalkan Aceh Barat.

“Masyarakat tidak perlu panik, apalagi termakan oleh kabar yang memang tidak benar, kita sudah lakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku dalam mengevakuasi pasien yang terjangkit,” tegasnya.***

error: