KNPI Aceh Barat Minta Kasus Hina Meulaboh Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Muhammadi

DILIPUTNEWS.CO - Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Aceh Barat, Muhammadi mengungkapkan terkait penyebaran video oleh kelompok oknum pemuda asal Nagan Raya yang dinilai mengandung ujaran kebencian dan mencemarkan nama Meulaboh tersebut diselesaikan secara hukum adat atau kekeluargaan saja.

Muhammadi menilai kejadian tersebut memang sedikit mencoreng nama baik muda-mudi Meulaboh. Namun diakuinya pelaku terbatas pengetahuan sehingga menggangap itu hal sepele. Padahal yang dilakukan membuat orang lain resah dan terpancing emosi.

"Ditengah pemerintah dan rakyat fokus menghasapi penyebaran virus corona, muncul ada adek-adek kita di Nagan Raya (indatu project) yang membuat vidio ujaran kebencian dan penghinaan terhadap warga meulaboh. Hingga sampai keranah hukum. Namun saya berpendapat secara etika mereka memang sudah salah.Mungkin karena ketidaktauan, kurang pendidikan dan menggap ini sepele. Tapi saya sangat berharap kepada kawan pelapor untuk menarik laporannya. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan" kata Muhammadi, Sabtu (11/4/2020) di Meulaboh.

Menurut Muhammadi kerena issu tentang masalah tersebut sudah terlanjur besar di media sosial, maka pihak Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya turun tangan berembuk mencari solusi, supaya masalah ini tidak berlanjut ke proses hukum.

"MAA Nagan dan Aceh Barat serta tokoh-tokoh berembuk untuk mencari solusi. Ini momentum mengimplementaasikan hukum adat bagi generasi muda. Inilah salah satu tugas majelis adat. Kita tidak inginkan permasalahan ini sampai ke meja hijau" harap Muhammadi.

Ditambahkan Muhammadi, sehari setelah kejadian itupun mereka telah membuat video permintaan maaf, sehingga masalah tersebut tidak perlu lagi dilanjutkan ke proses hukum.

Hasil pantuan, pada Rabu (7/4/2020) lalu, telah beredar video oleh akun youteber oknum pemuda asal Nagan Raya yang diniai menghina dan mencemarian nama baik warga Meulaboh. Selanjutnya video klarifikasi dan permohonan maaf kembali diunggah dari sekelompok pemuda tersebut, pada Kamis (8/4/2020).

Perwakilan pemuda Meulaboh pun melaporkan masalah tersebut ke Polres Aceh Barat. Menurut Rahmat salah satu pelapor, pihaknya bukan niat membesar-besarkan masalah itu, namun setelah melihat situasi dan kondisi di media sosial, Ia memutuskan melaporkan akun tersebut untuk mengantisipasi kegaduhan warga meulaboh.

"Sehingga kita melaporkan akun YaoTube ini agar orang yang upload video tersebut dapat diproses secara hukum. Supaya yang lain tidak gaduh" demikian kata Rahmat.

error: