Akibat Kekeringan Lahan, Petani Di Aceh Barat Terancam Gagal Panen

Kondisi Tanaman Padi Warga Mengalami Kekeringan

DILIPUTNEWS.CO - Ditengah ancaman kekurangan pangan akibat pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19 petani di Kabupaten Aceh Barat kini mulai terancam gagal panen.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Kaway XVI, tepatnya di Desa Cot Trung, Meunasah Rambot, puluhan hektar sawah warga disana kini mulai kekeringan bahkan sawah warga mulai retak.

Sejumlah petani di dua desa ini pun mengharapkan adanya campur tangan dari pemerintah dalam menghadapi kekeringan tersebut sehingga tanaman padi milik petani tidak mati lantaran tidak adanya air.

Basri, ketua Kelompok tani Suber Rezeki, Desa Meunasah rambot mengatakan kekeringan terjadi hampir dua bulan terakhir. Akibatnya, kata dia, tanaman padi milik mereka mulai menguning dedaunannya.

"Kami saat ini terancam gagal panen karena tidak adanya air disawah. Karena saat ini kami mengandalkan sawah tadah hujan," kata Basri.

Dijelaskannya, pada musim tanam padi seperti saat ini hampir setiap tahun terjadi kekeringan sehingga banyak tanaman padi mati sebelum berbuah.

Akibatnya, kata dia, petani di desanya mengalami kerugian, lantaran bibit yang ditanam tidak bisa dipanen hasilnya karena mati.

"Jadi kami harap pemerintah untuk memperhatikan kami. Apalagi ini musim corona, kalau seperti ini kami bisa merugi dan mengancam ketahanan pangan kita," kata dia.

Ia menjelaskan saat ini lahan warga Desa Meunasah Rambot yang terancam gagal panen seluas 60 hektar dari 70 hektar luas tanaman padi yang ada di daerah itu.

Sementara itu Wijarni, salah seorang penyuluh pertanian di Kecamatan Kaway XVI mengaku agar lahan tidak.mengalami kekeringan maka sistem yang dapat digunakan adalah menggunakan sistem modern seperti pemompaan air dengan sistem siber.

Menurutnya sistem siber ini, mampu memompa air ke lahan masyarakat dengan baik karena pemompaan air dari sistem itu saat ini, kata dia, baru di gunakan di Desa Palimungan, yang juga dalam kawasan Kecamatan setempat.

Sistem siber yang dilakukan di Palimingan, kata dia, merupakan binaan dari Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kabupaten Aceh Barat yang di prakarsai oleh Amiruddin ST.

"Jadi mekanisme yang harus kita lakukan agar tidal mengalami kekeringan itu harus modern, dengan sistem siber, seperti yang dilakukan ISMI Aceh Barat dan di prakarsai bapak Amiruddin dan itu kita lakukan di desa Palimungan," kata Wirjani.

Dikatakannya, jika terus mengalami kekeringan jika pun padi tumbuh namun saat panen maka hasilnya tidak seperti yang diharapkan karena isi padinya kosong atau tidak berisi.

Akibatnya, kata dia, jangankan mencapai target tanam enam ton per hektar tiga ton per hektar pun tidak akan tercapai, jika pasokan air disawah masyarakat tidak tercapai.***

error: