Anjloknya Harga TBS di Tengah Pandemi Covid-19

Pekerja sedang mengakat tanda buah segar untuk dimasukan ke dalam truk pengangkut - Diliputnews.co

DILIPUTNEWS.CO - Di tengah pandemi Corona virus Desiase (Covid-19) harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya terus merosot, Hal itu membuat petani sawit mengeluh dan terjepit karena hasil jual tidak memadai dengan kebutuhan hidup dan biaya oprasional.

”Penghasilan kami memang murni dari hasil kelapa sawit. Jadi, kalau harga jualnya murah kami memang sangat terjepit karena, semua biaya bergantung pada hasil penjualan kelapa sawit tersebut" kata salah seorang petani, Endang (45) warga Desa Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya,Rabu (10/6/2020).

Ibu dari empat anak itu menjelaskan penurunan harga jual kelapa sawit ditingkat petani terjadi secara berangsur, pada saat Februari harga jual masih Rp.1.200 per Kg kemudian terus turun hingga awal Ramdhan mencapai Rp. 900 per Kg dan yang paling anjlok usai lebaran Idul Fitri 1441 Hijriyah, turun menjadi Rp.700 per Kg.

”Ya sudah sekitar satu bulan harga sawit turun, tapi yang paling darstis seteleh lebaran sampai di beli pengepul dengan
Harga Rp.700 per Kg,” kata Janda lima anak tersebut, Senin, 8 Juni 2020.

Dirinya juga mengeluhkan, kondisi ini sangat merugikan petani sawit, dan berdampak pada pendapatan masyarakat yang selama ini hanya bergantung pada hasil panen TBS.

Apalagi hasil jual tersebut belum termasuk upah panen, karena dalam perkilonya dipotong Rp.200 sampai Rp. 250 per Kg untuk ongkos yang mengambil buah sawit tersebut. Maka dengan harga begitu murah tentu tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

”kalau harga sawit turun saya sangat resah, apalagi saya hidup sendiri, jadi harus bayar orang untuk ngambil sawit, ditambah lagi kebutuhan dan bayar kreditan,” keluhnya.

Wanita paruh baya itu berharap, pemerintah daerah dapat mensuport petani kecil, minimal dengan menstabilkan harga-harga jual pertanian, pasalnya jika kondisi ini terus terjadi tentunya petani sawit semakin terpuruk ekonominya.

”ya kami sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa menormalkan lagi harga sawit dan segera mengambil kebijakan, dan terus peduli dengan kami petani kecil ini,” pintanya.

Sementara itu Depit, pedagang pengumpul kelapa sawit di desa setempat mengatakan, Harga beli saat ini memang sedang anjlok dan banyak petani yang mengeluh. Namun, Harga sawit yang ditampung dari petani sangat ditentukan dari harga tampung Pengusaha Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Kabupaten Nagan Raya.

"Harga sawit yang diterima di pabrik di Nagan Rp 920 per kg, sehingga harga yang ditampung dari petani sekitar Rp 700 per kg," ujar Depit.***

error: