Catut Nama Mantan Walikota, Oknum Wartawan Subulussalam Terancam Dipolisikan

Catut Nama Mantan Walikota, Oknum Wartawan Subulussalam Terancam Dipolisikan

DILIPUTNEWS.CO - Sejumlah tokoh di Subulussalam berencana melaporkan seorang oknum wartawan pekerja media online berinisial (M) karena diduga melakukan pencatutan nama mantan Walikota Subulussalam dalam pemberitaan tanpa konfirmasi.

Keluarga dari mantan Waikota Subulussalam H Merah Sakti merasa keberatan terkait pemberitaan disalah satu media online yang memuat pernyataan salah seorang pengurus partai politik yang menyebut tokoh pemekaran Kota Subulussalam seperti anak-anak.

"Kami keberatannya terkait pemberitaan di salah satu media online yang terbit pada 29 Mei 2020 yang menyebutkan tokoh pemekaran kota subulussalam seperti anak-anak," kata Nasir Kombih, adik kandung mantan Walikota Subulussalam, Senin (8/6/2020).

Menurut Nasir yang merupakan mantan anggota DPRK - Subulussalam itu, M Merah Sakti adalah seorang tokoh pemekaran Kota Subulussalam sekaligus Walikota Subulussalam selama dua periode dengan segudang prestasi dan penghargaan.

"Kami akan mengambil langkah hukum, terkait pencemaran nama baik abang kandung kami H.Merah sakti SH di salah satu media online dengan judul "Tokoh Subulussalam Di Nilai Tidak Dewasa Dalam Berpolitik, Ini Cuitan Moncong Putih", di mana kami menilai berita tersebut telah melecehkan, dan mencemarkan nama baik H.Merah sakti, yang merupakan tokoh pemekaran sekaligus mantan Walikota Subulussalam dua periode, yang di jadikan objek berita tanpa pernah di klarifikasi sekalipun," ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Abdul Malik Kombih,yang merupakan Sepupu dari walikota subulussalam dua periode tersebut.

"Upaya hukum yang akan kami tempuh,sudah kami musyawarahkan di keluarga terlebih dahulu,dalam waktu dekat,kami akan melaporkan hal ini ke Polsek Simpang Kiri atau ke Polres Subulussalam," Kata Malik.

Sementara pihak keluarga H.Asmaudin yang juga merupakan ketua panitia pemekaran kota subulussalam yang sekaligus pernah menjabat sebagai Kasatpol-pp WH Aceh dan mantan kepala dinas UKM Provinsi Aceh di wakili oleh M.Ali Hasmi, juga berencana melaporkan pencatutan nama tokoh pemekaran tersebut.

"Saya sebagai keponakan dari pak Asmaudin, juga merasa sangat keberatan, akibat pemberitaan tersebut, yang mencatut nama bapak kami, sehingga menimbulkan kekisruhan di Kota Subulussalam, kami juga akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik pak Asmaudin ke polisi," tegasnya.

Sebelumnya, pencatutan nama para tokoh pemekaran ini sempat menjadi perbincangan hangat warga dan kalangan netizen Kota Subulussalam.

error: