CJH Tertua Dari Aceh Barat Kecewa Menteri Agama Batalkan Naik Haji

Nyak Bon (95) CJH Tertua Dari Aceh Barat Kecewa

DILIPUTNEWS.CO - Calon jamaah haji tertua asal Aceh Barat, yakni Nyak Bon, (95) warga Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat tidak bisa menahan rasa sedinya dan kekecewaannya setelah mengetahui adanya pembatalan keberangkatan Haji 2020, yang diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Fachrul Razi.

Diusia senjannya Nyak Bon sangat berharap bisa mengelilingi ka’bah tahun ini setelah namanya masuk dalam kuota tambahan CJH asal Aceh Barat.

Nyak Bon mengaku untuk bisa berangkat kesana padahal Nyak Bon telah menunggu sejak delapan tahun silam sejak menyetorkan dana haji tahun 2013 lalu.

“Kecewa pasti mendengar dibatalkannya keberangkata. Apalagi nenek kan sudah tua dan sangat berharap bisa berangkat tahun ini,” kata Nyak Bon, kepada wartawan dikediamannya, Jumat, (5/6).

Ia mengaku tabungan hajinya itu diperoleh dari mengumpulkan biji pinang di kebun anaknya, dan kegiatan berjualan yang dia lakukan selama ini.

“Kalau kerja nenek nggak ada, itulah diberikan sama anak-anak. Untuk mencukupinya nenek kadang-kadang ke kebun punya anak nenek kumpulkan pinang dan nenek jual terus nenek tabung,” kata dia.

Sedangkan Wirna, cucu dari Nyak Bon menyebutkan meski Kamenag telah mengumumkan pembatalan keberangkatan tahun ini akan tetapi pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Barat.

Memang, kata dia, harusnya pada Juni ini neneknya itu mengikuti simulasi manasik haji untuk persiapan keberangkatan sebelum berlangsungnya pelaksanaan ibadah haji, namun juga tidak ada kepastian apakah dilaksanakan atau tidak.

“Kalau dibatalkan kami memang sudah dapat informasi dari media seperti berita di tv, tapi hingga saat ini belum dihubungi atau pun menerima surat apakah neneka jadi berangkat atau tidak,” kata Wirna.

Wirna pun sangat berharap neneknya itu bisa berangkat tahun ini, mengingat usia sang nenek. Kata Wirna, neneknya itu mendapat jatah keberangkatan tahun ini masuk dalam daftar kuota tambahan lantaran usianya yang renta.

“Awalnya kata mereka nenek tidak masuk daftar atas pertimbangan usia, tapi setelah itu diputuskan nenek masuk daftar tambahan. Jadi kami sangat berharap nenek kami bisa sampai ke Mekkah tahun ini, apalagi tidak ada kabar dari sini pembatalannya,” ungkapnya.

Sebut Wirna, saat mendapat informasi Nyak Bon masuk kloter keberangkatan tahun ini keluarga merasa bahagia bahkan berbagai persiapan untuk keberangkatan Nyak Bon telah disiapkan.

Adapun salah satu persiapan yang telah dibuat keluarga, kata dia, yakni kebutuhan kenduri syukuran sebagai rasa syukur karena sang nenek akan berangkat ke tanah suci.

“Kami dari keluarga sebenarnya sudah mempersiapkan semuanya. Termasuk kenduri, karena kita orang Aceh kan ada kenduri yang dibarengi pesijuk untuk rasa syukur karena nenek berangkat tahun ini. Dan ini kan juga doa agar beliau bisa berangkat dengan selamat dan sehat hingga kembali,” imbuhnya.

error: