Dianggap Provokatif, Pemuda Nagan Raya Dipolisikan Gugus Tugas Covid-19

Tim Gugus Tugas Covid-19 saat meminta penjelasan AA - Diliputnews.co

DILIPUTNEWS.CO – Seorang pemuda di Kabupaten Nagan Raya terpaksa diamankan tim Gugus Tugas Covid-19, bukan karena terjangkit positif, ia diduga menjadi provokator di media sosial dan mengancam akan menghancurkan posko penanganan pandemi corona daerah setempat, Jumat (13/6/2020).

Tim Gugus Covid-19 Nagan Raya, Ika Suhanas Adlim mengatakan, pemuda berinisial AA (30) diduga telah membuat postingan di media sosial Facebook bernada ancaman dan memprovokasi masyarakat.

“Ia kita bawa ke posko Covid-19 karena telah memposting di akun facebook Ara Kucay yang dinilai memprovokasi masyarakat, sehingga kita memanggil dia mempertanyakan apa maksudnya,” kata Ika kepada wartawan.

AA dipanggil tim gugus tugas agar mengklarifikasi dan meminta maaf kepada tim yang sudah bekerja keras dalam upaya penanganan Covid-19 terkait postingannya tersebut, namun karena tidak koperatif ia akan dilaporkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hokum.

“Inikan menjadi ancaman bagi kita, sehingga kita merasa terancam dan petugas dilapangan merasa terancam, kemudian ada bahasa yang menuduh kita telah menyuap media terhadap informasi Covid ini, karena dia tidak koperatif dengan kita maka kita coba laporkan ke pihak berwenang,” jelas Ika.

Para petugas penanganan di Posko Covid-19 sempat terbawa emosi saat meminta penjelasan dari AA terkait postingannya itu, karena penjelasan yang bertele-tele beberapa orang hampir saja mendaratkan tinjunya ke wajah pemuda itu, namun anggota TNI yang bersiaga berhasil menghalau.

AA kepada wartawan mengatakan, bahwa dirinya tak bermaksud mengancam dan menyingung para petugas yang sudah bekerja dalam upaya penanganan pemutusan mata rantai Covid-19.

“Saya meminta maaf kepada bapak-bapak bahwa sudah memposting status yang meprovokasi masyarakat, artinya bisa dianggap seperti itu oleh pemerintah, saya mengatakan disitu bahwa Covid-19 itu adalah Konspirasi,” ujar AA.

Dirinya hanya mempertanyakan bagaimana sebenarnya kejelasan terhadap pandemic Covid-19 yang tak kunjung selesai, sebab ia sudah gerah terhadap kondisi seperti saat ini.***

error: