Dilematis Tambang Emas Rakyat di Aceh Barat

DILIPUTNEWS.CO - Meski sudah berulang kali dilakukan penindakan oleh aparat penegak hukum. Masih saja, penambangan emas yang diduga secara ilegal marak terjadi di kawasan Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat. Sayangnya hal itu tampak dibiarkan begitu saja.

Saat DiliputNews.co mendatangi lokasi, sejumlah alat berat masih terparkir dan tak ada aktivitas. Mirisnya, penambangan yang diduga ilegal dilakukan secara terang terangan. Tempat dipinggir jalan penghubung antar desa, tampak drum berisikan minyak solar tergeletak disana.

Tak perlu masuk jauh ke dalam hutan, dari badan jalan alat berat jenis beko yang digunakan untuk mengorek tanah dan asbuh sebagai alat pemisah tanah dengan emas terlihat jelas. Hanya saja tak ada aktivitas, pekerja sepertinya meninggalkan peralatan penambangan disana.

Amatan media ini, warga yang lalu lalang menggunakan sepeda motor tak menggubris keberadaan alat berat disana. Disisi kiri dan kanan Badan jalan terdapat lobang bekas galian yang tak ditimbun. Kabarnya tanah tersebut juga milik perseorangan warga disana.

Lokasinya juga berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Sungai Mas. Tak jauh dari lubang bekas galian dan alat berat terparkirkan, terdapat tenda yang dibuat alas seadanya dengan ranting kayu. Tempat itu menjadi penginapan bagi pekerja, alat masak seperti kompor serta bahan bahanya masih ada disana seperti baru ditinggalkan.

Setidaknya, media ini menemukan beberapa titik yang menjadi lokasi penambangan emas yang diduga ilegal. Mulai dari pinggir jalan, pinggirang sungai hingga ke dalam hutan yang tak jauh dari badan jalan. Setidaknya sudah 2 hari lebih sejumlah beko dan asbuh terparkir disana.

Namun, dibalik hal tersebut, ada dilematis bagi warga yang menambang disana, berharap izin namun tak ada.

Sekretaris Desa Tanoh Mirah, Husaini mengatakan maraknya penambang emas yang dilakukan di Aceh Barat karena sebagian masyarakat sudah menggantungkan mata pencariannya pada tambang emas. “Proses pencarian emasnya dilakukan dengan cara manual yaitu digindang,” kata Husaini.

Kata dia, menambang emas terpaksa mereka lakukan karena saat ini harga bahan kebutuhan pokok yang semakin meningkat dan hasil yang mereka dapat dari tambang emas tersebut juga tidak banyak namun hanya mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kami sudah coba urus surat izinnya melalui koperasi tapi terkendala karena katanya daerah ini sudah masuk kedalam wilayah HGU nya perusahaan Megallanic yang katanya HGO mereka sudah masuk ke wilayah perrmukiman penduduk,” katanya.

Pt Megallanic sendiri adalah perusahaan tambang minerba yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat dan sudah memiliki izin beroperasi.

“Luas area kita sepanjang aliran sungai ini tapi di klaim masuk ke dalam HGO Megallanic,”ujar Husaini.

Dia berharap supaya izin perusahaan tambang minerba Megallanic yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Mas dicabut. “Kami berharap pemerintah juga memberikan izin bagi kami pertambangan rakyat karena mata pencarian kami cuma di sini,”katanya. ***

error: