Dinas Sosial Aceh Selatan Himbau Masyarakat tak Terprovokasi Kabar Miring

Dinas Sosial Aceh Selatan Himbau Masyarakat tak Terprovokasi Kabar Miring

DILIPUTNEWS.CO – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan meminta para pihak yang ada untuk tidak memanfaatkan situasi Pandemi Covid 19 untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Apalagi sematan Meu Apam untuk pilar sosial yang tak dibayar terkesan sebagai pernyataan tendisiuus yang tak berdasar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan, Zubir Efendi mengatakan, isu miring yang dituduh kepada mereka menimbulkan suasana gaduh yang menjurus pada potensi terjadinya konflik social. Baiknya mereka mengkonfirmasi dahulu agar tidak salah kaprah dalam membuat stetmen.

“Seharusnya kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pilar sosial yang bekerja ikhlas tanpa dibayar sedikitpun, bukan malah memanfaatkan situasi dan kondisi darurat seperti ini, kami berharap kepada politisi dan tokoh LSM agar membuat pernyataan yang menyejukkan dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini,” kata Zubir dalam siaran pers yang diterima DiliputNews.co, Jumat (24/4/2020).

Ia menjelaskan, data bantuan sembako bagi masyarakat terdampak wabah COVID-19 di Kabupaten Aceh Selatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) telah menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat disana, mengingat banyaknya gampong yang masyarakat tidak terdata sehingga tak mendapatk bantuan.

Data Penerima bantuan sosial Pemerintah Aceh ini merupakan hasil pendataan yang dilakukan oleh pilar-pilar sosial dalam waktu singkat yaitu lebih kurang dua hari. Termasuk untuk penginputan data hasil pendataan melalui sebuah link yang diberikan oleh Dinas Sosial Aceh.

Hasil pendataan tersebut mencatat lebih kurang 6.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), setelah diverifikasi lapangan maka menghasilkan data 5.933 KK sesuai dengan SK Bupati Aceh Selatan Nomor 241 Tahun 2020.

“Akibat dari keterbatasan waktu yang diberikan tersebut maka banyak kawan-kawan pilar sosial yang sudah mendata namun tidak sempat untuk menginput ke dalam link pendataan yang disediakan, sehingga mengakibatkan banyak gampong yang tidak terdata masyarakatnya dalam data bantuan sembako dampak wabah COVID-19,” jelasnya.

“Kami merasa sangat kecewa dengan pernyataan beberapa tokoh baik politisi mapun LSM di media massa maupun di media sosial yang sangat tendensius bahkan menjurus menuduh Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan “Meu Apam” dalam menyajikan data, seharusnya kita mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pilar sosial yang bekerja ikhlas tanpa dibayar sedikitpun,” jelasnya lagi.

Dinas Sosial Aceh Selatan, kata dia, siap melayani jika ada masukan menyangkut dengan data tersebut agar lebih baik lagi, dan tidak anti kritik dalam rangka membantu masyarakat saat keadaan darurat kesehatan seperti saat ini.

Dikatakannya, pemerintah setempat sedang menyiapkan paket sembako dengan jenis dan jumlah yang sama seperti bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh, akan menyasar lebih kurang 18 ribu KPM untuk 260 Gampong di 18 Kecamatand aerah itu.

“Masyarakat kami berharap agar tetap tenang, jangan panik dan jangan mudah terprovokasi oleh pernyataan yang tidak bertanggungjawab, seluruh masyarakat miskin Aceh Selatan yang Terdampak Wabah Covid-19 akan mendapat bantuan sembako semuanya,” sebutnya.

Hal itu sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) hasil finalisai periode Januari 2020 terdapat 37.055 Ruta, dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan Bantuan PKH sebanyak 12.312 KPM, Bantuan Program Sembako Kementerian Sosial RI sebanyak 3.992 KPM, Bantuan Sembako APBA Sebanyak 5.933 KPM dan dari APBK sebanyak 18.000 KPM.

Totalkan maka berjumlah 40.237 KK, itu artinya penduduk Aceh Selatan yang masuk dalam DTKS dipastikan sudah mendapatkan bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten, oleh sebab itu sekali lagi kami mengharapkan masyarakat agar bersabar, terlebih dalam suasana menjalankan ibadah puasa, karena dalam waktu dekat ini akan segera mendistribusikan bantuan sembako dimaksud secara bersamaan,” imbuhnya.***

error: