Empati Amiruddin Pada Janda Miskin Dan Anak Yatim Ditengah Pandemi Covid-19

Empati Amiruddin Pada Janda Miskin Dan Anak Yatim Ditengah Pandemi Covid-19

DILIPUTNEWS.CO - Wajah Suparmi, (60) warga Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat terlihat sumringah.

Matanya berkaca-kaca seperti menunjukkan rasa haru. Saat itu Suparmi terlihat sedang mengantri di gazebo yang berada dibelakang rumah seorang pengusaha udang vaname Aceh Barat, Amiruddin.

Selain Suparmi, Pada, Senin, (6/4/2020) Sekira pukul 14.30 WIB, ada puluhan orang yang didominasi kaum perempuan lanjut usia berdiri dengan jarak selang satu meter (Physical Distancing) berdiri sejajar. Cuaca hari itu tampak berkabut, rinai hujan terlihat satu per satu jatuh ketanah.

Udara sejuk sangat terasa dilingkungan rumah Amiruddin, lantaran selain hujan yang baru saja reda dibalik tembok halaman belakang dan samping rumahnya yang saat ini sedang ia bangun itu ditumbuhi rimbunnya pohon karet. Matahari pada hari itu juga terlihat enggan keluar.

Tidak hanya Suparmi, puluhan orang lainnya juga terlihat tersenyum bahagia ditengah antrian jarak yang diterapkan.

Hari itu puluhan warga Desa Gampa yang masuk dalam kategori kurang mampu yang terdiri dari Lansia (Lanjut Usia), anak yatim dan fakir miskin sedang menunggu pembagian paket sembako dari Amiruddin.

Di Gazebo terlihat beberapa panitia dengan sigap dan cepat menyusun dan menghitung jumlah paket sembako yang akan dibagikan kepada warga yang telah berada dilokasi.

Setelah semuanya dipastikan cukup dengan jumlah yang akan dibagikan di desa itu, Amiruddin langsung membagikan satu persatu paket sembako tersebut kepada warga yang telah berdatangan dan mengantri.

Setalah menerima paket sembako dari Amiruddin, suparmi langsung mendoakan Amiruddin agar selalu dilindungi oleh Allah. Wanita usia lanjut ini juga mendoakan agar Amir selalu dilimpahkan rizki, sehingga bisa terus membantu masyarakat miskin, seperti yang selama ini dilakukan pria berusia 45 tahun itu.

“Saya tidak bisa mengatakan apa-apa selain mengucapkan terimakasih kepada Amir dan saya bersama ibu-ibu disni meduakan semoga ia terus dilindungi Allah, diberikan rezeki yang melimpah, agar terus bisa membagikan rezeki sama kami yang kurang mampu ini. Saya juga berharap ia dijauhkan dari segala penyakit dan marabahaya,” ucap Suparmi, dengan penuh haru.

Usai membagikan sembako kepada puluhan masyarakat kurang mampu terutama lansia dan anak yatim, Amiruddin, mengaku dirinya membagikan sembako sebagai bentuk empati dirinya ditengah dampak Coronavirus Disease (Covid 19) ini.

“Hari ini ada sekitar 250 paket lebih yang kita bagikan. Semoga dengan bantuna ini dapat membatu meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang kesulitan ekonomi akibat wabah Covid 19 ini terutama mereka anak yatim dan janda serta lansia,” kata Amiruddin, kepada Wartawan.

Pengusaha, yang memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kemiskinan ini menyalurkan mengaku bantuan sebanyak 250 paket sembako yang ia bagikan itu disalurkan dilima Desa tersebar ditiga Kecamatan di Aceh Barat.

Adapun lima Desa itu, kata dia, yakni di Desa Suak Pandan, Kecamatan Samatiga, Desa Gampa dan Panggong, Johan Pahlawan, Desa Sawan Teubee, Kecamatan Kaway XVI dan Desa Menuang Kincong, Kecamatan Pantee Ceureumen.

Bagi Amir, pembagian sembako itu harus ia lakukan meskipun sebenarnya saat ini ia sedang mengalami kerugian akibat anjloknya harga jual udang vaname, disebabkan oleh pandemi Covid-19 sehingga membuat beberapa negara penampung udang Vaname di Eropa sedang melakukan Lockdown atau mengunci wilayah mereka.

Selain itu, kata dia, bantuan juga diberikan kepada para pekerja seni. Bantuan kepada para pekerja seni kata dia lantaran dampak dari Covid 19 ini telah membuat para pekerja seni tidak bisa berkarya, dan membuat mereka kehilangan penghasilan.

Disebutkannya, pekerja seni di Aceh Barat, selama ini memperoleh pengasilan lewat tarian-tarian Aceh yang diundang pada kegiatan pesta atau kenduri, atau pembukaan acara seremonial, namun kini lantaran wabah Korona membuat mereka hanya berdiam diri dirumah.

"Mereka pekerja seni juga yang terimbas, karena biasanya mereka memperoleh penghasilan ditempat pesta atau kenduri tapi saat ini terhenti, membuat mereka tidak miliki penghasilan. Dan kita prihatin juga atas apa yang dialami pekerja seni ini," sebutnya.

Dikatakannya, paket sembako yang diberikan itu terdiri dari satu sak beras lima kilogram, telur, mie instan dan minyak goreng.

Dengan bantuan tersebut, Amir berharap dapat meringankan beban masyarakat penerima bantuan itu ditengah kesulitan ekonomi akibat merebaknya wabah virus SARS-CoV-2 ini.

"Mungkin hanya ini yang bisa saya berikan secara pribadi, dan mungkin memang saat ini masih terbatas. Namun jika nanti ada kemudahan rizki, kita akan bantu yang lainnya," ungkap Amir.

Ia juga mengajak semua masyarakat untuk berdoa kepada Allah meminta agar wabah Covid 19 yang melanda belahan dunia ini segera berakhir, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

"Pada pengusaha di Aceh Barat juga saya ajak mari kita bahu membahu membantu meringankan beban masyarakat. Dan pada semuanya mari kita juga berdoa bersama agar wabah Korona ini dapat berlalu, dan kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, tanpa ada rasa takut ke Mesjid dan kembali bersosialisasi tanpa ada lagi yang namanya batas jarak atau physical Distancing," sebutnya.

Dalam kesempatan itu Amir menghibau warga perantauan yang pulang ke Aceh Barat untuk ikut melakukan isolasi mandiri, guna mencegah penyebaran virus yang dapat menyebabkan kematian tersebut.

Selain isolasi mandiri, kepada warga perantauan yang pulang le Aceh Barat juga dimintanya untuk melaporkan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 agar terus dipantau kondisi kesehatannya.

“Kepada warga perantauan Aceh Barat yang pulang serta pendatang ke Aceh Barat kami minta untuk isolasi mandiri selama empat belas hari, dan juga melaporkan diri terutama di gugus covid yang ada di Desa, biar nanti bisa dipantau kesehatannya,” harap Amir.

error: