Ibu-ibu di Aceh Barat Protes Penyaluran BLT-DD

Ibu-ibu memprotes penyaluran BLT-DD tidak tepat sasaran dan tumpang tindih penerima - Diliputnews.co

DILIPUTNEWS.CO - Puluhan ibu-ibu di Desa Padang Seurahet, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat melayangkan aksi protes terhadap pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, mereka mendatangi kantor desa lantaran kesal pembagian bantuan yang tidak tepat sasaran.

Salah satu peserta aksi, Nurjaini mengatakan, protes tersebut karena pembagian BLT DD disinyalir tidak tepat sasaran, bahkan data yang ada juga tumpang tindih, sehingga yang sudah mendapat bantuan lain juga ikut menerima BLT-DD.

“Kami juga korban pandemi covid-19 pendapat menurun, malah sebagian besar dari kami tidak mendapat bantuan BLT. Karena itulah kita mendatangi kantor keuchik untuk protes serta memintai kejelasan terkait soal ini,” kata Nurjaini.

Dikatakannya, sebelum aksi ini berlangsung mereka juga sempat mendatangi kantor camat daerah guna meminta kejelasan soal pembagian BLT yang dinilai mereka itu tidak tepat sasaran. Tetapi, karena tidak ada kejelasan dari tingkat kecamatan, maka warga yang tidak mendapat bantuan ini langsung mendatangi kantor keuchik tersebut.

Kemudian, warga yang terdaftar namanya sebagai penerima manfaat BLT ini, beberapa diantaranya bahkan terjadi tumpang tindih, seperti yang sudah mendapat dana Program Keluarga Harapan (PKH) juga menerima sehingga hal tersebut membuat para aksi ini geram dengan pendataan oleh aparatur desa.

Seharusnya, lanjutnya, aparatur desa harus akurat dalam mendata warganya. Kemudian, penerimanya juga harus yang benar-benar berhak sehingga segala sesuatu jika dilakukan dengan benar, maka hal seperti ini tidak akan terjadi sebab yang mereka inginkan bantuan covid-19 ini harus dibagi rata.

“ Harapan kami, kalau memang masih ada dana itu tolong beri sama rata. Jangan ber anak tiri dan anak kandung, mereka dan kami ini sama juga dengan kita, yang sama- sama berdampak dari pandemi covid-19 ini,” tegasnya.

Pj Keuchik Padang Seurahet, Saili dihadapan aksi mengakui soal penerima bantuan ini diperuntukan untuk 155 KK dan itu jumlah yang sudah ditetapkan, sedangkan penerima ini telah didata oleh masing-masing kepala lorong di desa itu dan dinilai sudah akurat sebagai penerima manfaat ini.

“Bantuan ini menggunakan dana desa sebesar 30 persen, itu untuk bantuan selama tiga bulan. Kemudian, yang bisa diimput hanya 155 orang saja,” jelas Saili.

Selain itu, dirinya juga merespon atas aspirasi warga terkait bantuan ini dan berusaha agar BLT ini dan akan duduk bersama kepala desa se Kecamatan Johan Pahlawan untuk membahasanya agar tidak berlarut.

Apalagi, ia bersama para keuchik dalam Kecamatan Johan Pahlawan sepakat akan melaporkan ke DPMG, agar mereka memberi peluang kepada keuchik supaya dapat meratakan bantuan ini.

“ Kami para keuchik akan laporkan masalah ini ke DPMG, agar kami ini diberi kuasa dalam menangani bantuan ini. Agar BLT ini bisa kita bagi sama ratakan,” demikian Saili.***

error: