Keluarga tak Bisa Besuk Warga Binaan di Lapas Kelas II B Meulaboh

DILIPUTNEWS.CO - Penetapan pembatasan melakukan pertemuan dengan orang banyak sebagai pencegahan penularan virus corona juga berimbas pada warga binaan Lapas Kelas II B Meulaboh, Aceh Barat. Meski di daerah tersebut belum ada yang terjangkit, aturan nasional tetap saja berlaku.

Tidak diizinkannya para pembesuk untuk mengunjungi keluarganya yang sedang menjalani masa hukuman, tentu saja membuat perbedaan perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini bagi para binaan.

Kalapas Kelas II B Meulaboh, Sugiyanto mengatakan, larangan berlaku secara nasional sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tahun ini sangat berbeda dengan kemarin, pihak keluarga dilarang untuk menjenguk para narapida di dalam, ini sudah aturannya, kita hanya menerima titipan mereka, untuk diserahkan kepada warga binaan,” kata Sugiyanto, Min(24/5/2020).

Ia menerangkan, sebenarnya ada cara lain untuk bisa tetap berkomunikasi dengan para napi di dalam lapas, namun karena keterbatasan teknologi hal tersebut tak diberlakukan pihaknya.

Kendatipun, karena fasilitas tidak ada, maka pengunjung yang ingin menemui warga binaan hanya bisa sampai sebatas pintu masuk saja. Petugas juga memeriksa ketat barang bawaan yang dititipkan untuk para napi oleh keluarganya. Karena khawatir bila ada titipan yang diselipkan narkoba.

“Kalau virtual sudah dibenarkan, namun karena kita terbatas jadi tidak diterapkan disini, dan pihak keluarga juga memahami hal tersebut,” terang Kalapas.

Untuk itu, pembesuk di Lapas Kelas II B Meulaboh mengalami penurunan drastis di masa pandemi saat ini, berbeda dengan tahun sebelumnya.***

error: