Korban PHK PT HK-JK KSO Mengadu ke YARA

Koordinator YARA Aceh Barat, Hamdani

DILIPUTNEWS.CO – Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT Hutama Karya – Jaya Kontruksi, KSO membuat pengaduan ke Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat.

Mantan tenanga kontrak itu merasa di zolimi oleh pihak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja tanpa adanya peringatan dengan alasan pandemic Covid-19, sementara ada beberapa orang yang di PHK lainnya ditarik kembali untuk bekerja karena hubungan emosional yang dekat.

“Benar, sudah kita terima pengaduan dri karyawan yang d PHK oleh PT HK. Dari data yang kita terima lebih kurang ada 12 org. Mereka rata rata sudah bekerja di proyek pembangunan irigasi Lhok Guci tersebut lebih kurang 2 - 3 tahun. Di antara karyawan yang di PHK ini mulai dari tukang masak, Asisten K3 sampai dengan surveyor,” kata Koordinator YARA Aceh Barat, Hamdani, Kamis (4/6/2020).

Hamdani menjelaskan, pihaknya akan mendalami dulu persoalan korban PHK tersebut. Berdasarkan surat PHK yang dikeluarkan kerap berkaitan dengan proyek pembangunan irigasi Lhok Guci dan dampak pandemi covid-19.

“Kita akan mempelajari dulu proses PHK ini, apakah sudah sesuai dngan peraturan atau belum. Kami menduga ada beberapa kejanggalan terkait di keluarkan surat PHK secara tiba tiba. Mereka sudah di PHK namun sesuai regulasi yang ada masih ada hak-hak mereka yang harus di penuhi oleh pihak perusahaan, misalnya seperti pesangon, uang THR dan kewajiban lainnya krena mreka di PHK rata-rata tanggal 30 april 2020,” jelas Hamdani.

YARA juga akan berkoordinasi dengan Dinas Ketenaga Kerjaan akan persoalan tersebut, tak lain untuk mencari solusi atas nasib para tenaga kontrak korban PHK PT HK-JK KSO.

Sebelumnya, Belasan tenaga kerja di pembangunan Bendungan Irigasi Lhok Guci harus menerima kenyataan pahit ditengah pandemi Covid-19. Mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan dengan alasan biaya overhead proyek yang semakin besar.

Mulai dari tenaga harian, Humas atau pengamanan luar, tukang masak, surveyor dan asisten K3 proyek pembangunan irigasi dirumahkan per tanggal 30 April 2020 secara serentak melalui surat nomor 198/HK-JK JO/IV/2020.

Berdasarkan isi surat tersebut PT HK-JK KSO mengutarakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada laju prestasi proyek sehingga membuat biaya overhead proyek menjadi semakin besar.

Namun, alasan PHK yang dikatakan Bagian Humas PT HK-JK KSO mereka terkena PHK karena kinerja yang memang kurang baik dan mengurangi tenaga kerja yang tidak efektif.***

error: