Lagi, Warga di Aceh Barat Protes Penyaluran BLT

Warga memprotes dan menyetop penyaluran BLT DD di Aceh Barat - Diliputnews.co

DILIPUTNEWS.CO - Penyaluran bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) dampak Covid-19 di gampong Ujong Tanoh Darat (UTD), Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, mendapat aksi protes dari ratusan warga yang tidak termasuk sebagai penerima manfaat, Senin (16/6/2020).

Massa yang datang juga menyegel kantor desa, mereka menilai dari tahap pendataan sampai ke tahap penyaluran belum dilakukan secara transparansi, sehingga diyakini masih banyak orang lain yang berhak menerimanya.

Amatan DiliputNews.co, warga disana berkurumun mengabaikan protocol kesehatan Covid-19 sesuai pemberlakuan di masa New Normal saat ini.

Salah seorang peserta aksi, Samin S mengatakan, ia pernah didata sebagai penerima manfaat dari BLT-DD, namun entah apa sebab namanya kemudian menghilang dari daftar.

Bukan hanya ia, banyak warga lain yang mengalami nasib serupa dirinya. Untuk itu mereka memberhentikan penyaluran BLT hingga ada kejelasan dari pihak aparat desa setempat.

"Bukan hanya saya saja. Ada beberapa warga lain yang namanya diawal sudah masuk sebagai penerima bantuan yang ditempel-tempel di tempat umum. Tapi tidak tahu kenapa, kertas tertempel itu tiba-tiba dicabut dan nama kami sudah hilang. Padahal kondisi saya sekarang sangat membutuhkan, karena sudah tua begini,” imbuh Samin lirih.

Pihak unsur Muspika kemudian turun memediasikan aparat desa dan warga yang tersulut emosi, usai itu peserta aksi pulang setelah ada keputusan pembagian BLT harus ditunda sementara waktu hingga diverifikasi kembali.

Kepala Desa Ujong Tanoh Darat, Sulaiman S menjelaskan, pembagian BLT terpaksa dibatalkan sementara karena ada gejolak warga. Ia menjelaskan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar musyawarah kembali untuk memverifikasi ulang terkait data penerima BLT.

"Jumlah penerima BLT, yang belum pernah mendapat bantuan dan selain anggota PKH dan BPNT ada sebanyak 178 KK. Kemudian dilakukan verifikasi lagi hingga 99 KK. Terakhir setelah diperiksa lagi jadi 63 KK yang ditetapkan sebagai penerima BLT. Ini memang beda-beda tipis, maka timbul sedikit gejolak" kata Sulaiman.

Sulaiman mengaku khawatir dengan masalah tersebut, kata Sulaiman selain mempertimbangkannya terhadap tuntutan warga, ia harus menyesuaikam dengan aturan main yang ada.

"Saya ada sedikit khawatir, kalau warga meminta agar dibagi rata, nanti bisa menyalahi aturan atau dananya tidak cukup. Yang pastinya kami akan musyawarah ulang. Sekitar hari senin depan kita harapkan sudah terang semua," ujar Sulaiman.***

error: