Mahasiswa Aceh Barat Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Aceh Barat di Gedung DPRK Aceh Barat - Istimewa

DILIPUTNEWS.CO - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Aceh Barat brtununjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRK) Kabupaten Aceh Barat, menolak rancangan Undang undang (RUU) Omnibus Law.

Koordinator Aksi, Oges mengatakan, sebab di tengah pandemi aksi tersebut hanya dikuti oleh beberapa orang saja, namun suara penolakan terhadap RUU Omnibus Law tetap akan terus dikawal.

“Saat ini kami lebih mengutamakan protocol Kesehatan, sebab itulah unjuk rasa dilakukan beberapa orang dari anggota, Namun yang terpenting protes penolakan terhadap RUU Omnibus Law,” kata Oges, Selasa (25/8/2020).

Poin-poin tuntutan mereka yakni, menolak tegas pengesahan RUU Omnibuslaw Cipta Kerja, Menolak RUU Omnibus law tentang sentralisasi kebijakan pemerintah yang mencederai semangat MoU Helsinki, menolak RUU Omnibus Law tentang Penyederhanaan Izin Investasi yang berdampak pada kerusakan lingkungan dan Mendesak pemerintah indonesia untuk membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam penyusunan atau perubahan kebijakan.

“Aceh memiliki hak-hak khusus yang kebijakannya diatur di daerah, jangan samapai gara-gara disahkannya RUU Omnibuslaw kebijakannya di kembalikan lagi ke pemerintah pusat, seperti di masa Orde baru,” ujar Oges.

Dijelaskannya, aksi dilangsungkan sebagai bentuk kritikan dan kekecewaan, terhadap pemerintah Indonesia, seharusnya ditengah musibah Pandemi Covid-19 ini yang harus diutamakan masyarakat, bukan malah memikirkan percepatan pengesahaan RUU Omnibus Law, yang sangat merugikan rakyat indonesia.

“Kami meminta pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat untuk sama-sama menyuarakan penolakan terhadap kebijakan tersebut dengan menandatangani petisi penolakan. Jika aksi ini tidak diindahkan, maka kami akan turun Kembali kejalan dengan jumlah masa yang lebih ramai,” imbuhnya.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam itu diikuti 11 orang mahasiswa, dengan membawa poster dan spanduk bertuliskan penolakan OmnibusLaw, aksi juga mendapat pengamanan dari polisi dan diankhiri dengan membakar sejumlah Ban.

error: