Kekerasan Terhadap Wartawan

Mukhlis Resmi Laporkan Politikus PDIP Subulussalam Ke Polisi

Mukhlis wartawan salah satu media online di Subulussalam

DILIPUTNEWS.CO - Mukhlis wartawan salah satu media online di Subulussalam resmi melaporkan Wakil Ketua Bidang Kehormatan Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Pejuangan (DPC-PDIP) Kota Subulussalam, Bakhtiar Husen, ke Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam atas kasus pemukulan yang menimpa dirinya.

Laporan tersebut disampaikan Mukhlis, pada Selasa, (2/6) dengan nomor Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) 36/VI/2020/Reskrim.

Kepala Polres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK, membenarkan laporan yang disampaiakn Mukhlis terhadap politikus PDIP tersebut.

Menurut Qori saat ini laporan yang disampaikan oleh Mukhlis sedang dalam proses penyelidikan pihaknya guna melihat lebih jauh pasal yang akan digunakan oleh pihaknya terkait insiden pemukulan yang dialami oleh Mukhlis.

"Kita telah menerima laporan dan sedang kita proses, kita akan tentukan apakah insiden tersebut masuk unsur penganiayaan biasa penganiayaan ringan atau berat,setelah selesai penyelidikan kita akan menentukan pasal-pasal apa yang akan di sangkakan,” kata QKBP Qori Wicaksono, kepada wartawan.

Dikatakan Qori, pihaknya juga akan melakukan gelar perkara secepatnya usai penyelidikan dilakukan guna melakukan penetapan tersangka dalam kasus itu.

“Dan akan segera menggelar perkara begitu pun dengan tersangkanya", ujar Kapolres.

Sebelumnya diberitakan, Salah seorang wartawan media online yang bertugas di wilayah Kota Subulussalam mendapat perlakuan tak menyenangkan, Korban atas nama Muklis diduga dipukul oleh seorang mantan anggota dewan berinisial BT.

Pemukulan ini di duga kuat akibat pemberitaan nya disalah satu media online dengan judul "Tokoh Subulussalam di Nilai Tidak Dewasa Dalam Perpolitik, Ini Cuitan Moncong Putih".

Mukhlis mengatakan, insiden pemukulan yang di alami dirinya terjadi di salah satu warung kopi di Kota Subulussalam, Minggu (31/05/2020) sekitar Pukul 09:00 wib malam, awalnya BT mengirim pesan melalui whatsapp kepada dirinya,terkait berita yang ia tulis di media online tersebut.

"Kalau membuat berita harus beretika dan konfirmasi kedua pihak, jangan bikin berita asal berak", kata Muklis menirukan pesan whatsapp yang ia terima dari BT.

error: