Pemkab Aceh Selatan di Minta Berbenah Hadapi Krisis Pangan Global

Pemkab Aceh Selatan di Minta Berbenah Hadapi Krisis Pangan Global

DILIPUTNEWS.CO - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya,S.TP.MT meminta dinas-dinas terkait dilingkungan pemerintah Kabupaten Aceh Selatan diminta harus berbenah, dalam menghadapi krisis pangan global.

Hady Surya yang menghadiri rapat gerakan menjaga ketahanan pangan menghadapi krisis pangan global mengatakan, secara nasional krisis pangan sudah dimulai terjadi yang ditandai xdngan kurangny pasokan dan peningkatan harga, ia juga mengatakan diperkirakan puncaknya pada bulan November 2020 sampai Januari 2020.

"Jika krisis pangan global adalah sebuah peperangan, maka kita menghadapinya melalui tanam serentak zonasi wilayah, percepat masa tanam dan musyawarahkan dengan parapihak termasuk keujruen blang tantang kalender tanam. Kemudian kita harus petakan kekuatan kita berupa, kesiapan alsintan kita dalam mengolah tanah, ketersediaan bibit unggul, pengairan dan pupuk serta pengendalian hama," katanya, Kamis (28/5/2020).

Dia menyebutkan, untuk konteks ketahanan pangan dan kepedulian terhadap petani, sejauh ini dia memberikan apresiasi kepada Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran atas ketulusan untuk memperhatikan sektor pertanian dan perekonomian secara umum.

"Namun kabinet kerjanya dalam hal ini dinas Pertanian, Dinas Pangan,  Dinas Perindagkop UKM dan Dinas Perikanan Kelautan masih sangat lemah bahkan tidak terintegrasi dalam menterjemahkan gagasan Plt Bupati Aceh Selatan. Ini yang sangat kita sayangkan, Dinas pertanian seakan kehilangan skema kerja sehingga harapan tanam serentak berbasis zonasi wilayah di kabupaten Aceh Selatan tidak terwujud dan tonase produksi padi dan jagung kita kian menurun berdasarkan data LKPJ tahun 2019 yang saya terima," katanya.

Dia menyebutkan, Dinas pangan seakan hilang peran dalam mewujudkan visi-misi Aceh Selatan Hebat. Dia melanjutkan, dinas ini terkesan adalah “Dinas Lomba Masak” yang program andalannya adalah membuat perlombaan masak.

"Seharusnya banyak trobosan dan gagasan yang bisa dikembangkan apalagi kadis pangan provinsi Aceh adalah Mantan Kadis Kelautan Kabupaten Aceh Selatan, ini harusnya menjadi poin tambahan bagi kita," sambungnya.

Selanjutnya dinas harus hadir sambungnya, menjadi sebagai penyemangat dan penyelamat bagi para petani dengan melakukan upaya penyiapan dan solusi untuk terwujudnya tanam serentak dan meningkatnya produksi pangan kita demikaian juga untuk komuditi jagung yang bisa menjadi andalan Aceh Selatan.

Lebih lanjut ia meminta kepada Plt Bupati Aceh Selatan untuk mengevalusi kinerja dinas pertanian secara keseluruhan, satu kesatuan kerja bidang-bidang dan seksi-seksi termasuk balai panyuluhan harus terintegrasi satu irama, satu ide dan satu gagasan dalam mewujudkan cita-cita Aceh Selatan Hebat.

"Dinas Perindagkop dan UKM, kembangkan dan aktifkan koperasi tani, nelaya dan perdagangan untuk pembiayaan dan pemasaran. Sinergikan dengan dinas pertanian dan dinas perikanan. Jika ini berjalan maka peran tangkulak pada sector pertanian, peran rentenir sector perdagangan ini bisa kita berantas sesuai dengan semangat dan cita-cita perjuangan Azam ingin menghapus koperasi keliling yang menyengsarakan rakyat," pintanya.

Dia juga meminta kepada Plt.Bupati Aceh Selatan untuk memanggil secara khusus untuk tiga Dinas tersebut. Dinas terkait juga harus meningkatkan koordinasi dengan pihak, baik provinsi Aceh maupun pusat untuk mendapatkan dukungan menuju swasembada pangan dan ekomoni kerakyatan bisa berdiri gagah di Aceh Selatan.

"Saya memohon pada Plt Bupati Aceh Selatan untuk memanggil khusus mereka, buat forum untuk 'mencuci otak mereka', bangun kekompakan, kerjasama tim, tuntut gagasan dan langkah kerja mereka, jika tidak ada progress yang bagus, bangku panjangkan saja atau perbantukan di Kecamatan-Kecamatan. Jika tidak segera dilakukan, maka cita-cita Aceh Selatan Hebat dengan tema ekonomi kerakyatan akan sulit terwujud," pintanya.

error: