Bawa Alat Tambang Emas

Salahi Izin Tinggal WNA Malaysia Terpaksa Dideportasi

Salahi Izin Tinggal WNA Malaysia Terpaksa Dideportasi

DILIPUTNEWS.CO - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia terpaksa dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II B Non TPI Meulaboh lantaran menyelahi izin tinggal. WNA asal negeri jiran Malaysia yang terpaksa di dideportasi tersebut bernama Nabil.

Nabil, diamankan oleh pihak Imigrasi di Desa Teupin Gajah, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Selatan pada 10 juni 2020 lalu.

Kepala Seksi Pengawas Dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II B Non TPI Meulaboh, Iskandar, mengatakan keberadaan Nabil di Aceh Selatan sejak 11 Maret 2020 lalu.

Adapun kesalahan izin tinggal yang dilakukan Nabil, kata dia, dimana dirinya melakukan pekerjaan di lokasi penambangan emas rakyat yang diduga ilegal, dengan membawa alat untuk membantu proses penambangan emas secara ilegal tersebut.

“Yang dilakukan Nabil ini sudah ada kaitan langsung dengan komersil, mereka pasti ada perjanjian untuk bagi hasil atau bagaimana dengan warga dalam melakukan penambangan emas. Mustahil kita membuang uang ratusan juta tanpa ada keuntungan,” kata Iskandar kepada wartawan, Senin, (15/6/2020).

Sebelumnya, kata Iskandar, pihaknya memperoleh informasi keberadaan Nabil disana dan sempat mendatangi Nabil di tempat penginapannya.

Pihaknya, kata dia, menjumpai Nabil saat itu tanggal 27 Maret 2020 melakukan Surat Tanda Penerima (STP) dan menarik paspor dari nabil yang telah menyalahi izin tinggal tersebut.

“Saat itu kita melakukan STP dan Paspor nya kita tarik, dan kita meninggalkan surat barang meminta dia untuk menghadap kita kekantor. Karena sata itu saya ada kegiatan di Takengon bersama Imigrasi Banda Aceh sehingga kami tidak ketemu meski ia menyanggupinya,” kata Iskandar.

Setelah itu, kata dia, pihaknya sempat beberapa kali menghubungi Nabil untuk menghadap namun tidak kunjung datang. Akan tetapi saat itu, kondisi Indonesia mulai mewahab Coronavirus Disease (Covid-19) membuat pihaknya mendiamkan beberapa waktu.

Dan barulah baru-baru ini Nabil dijemput pihaknya, dibantu pihak Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan. Penjembutan nabil juga lantaran saat itu terjadi keributan antar desa disana tepat di Kecamatan Pasie Raja membuat pihaknya juga berinisiatif mengamankan Nabil agar terhindar dari situasi yang sempat tegang ketika terjadi tawuran pemuda dua desa disana.

Dalam perkara ini, warga negeri jiran tersebut kata dia melanggar pasal 172 Peraturan Pemerintah Nomor 31 tahun 2013 Tentang Keimigrasian.

“Dan saat ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap Nabil dan dia akan kita tempatkan dirumah rodensi di Belawan, Sumatera Utara dan selanjutnya akan kita pulangkan atau deportasi ke negara asalnya,” ucapnya.

error: