Setelah Warga, Kini Kemenkum HAM Segel Lahan Pembangunan Samsat Aceh Jaya

Kemenkum HAM Segel Lahan Pembangunan Samsat Aceh Jaya

DILIPUTNEWS.CO - Kementerian Hukum Dan hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) RI melakukan penyegelan lahan yang berada dilokasi pembangunan Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (9/5/2020).

Lahan yang di segel oleh Kemenkum HAM merupakan lahan diperuntukkan bagi Lembaga Permasyarakat (Lapas) Kelas III, namun dilokasi ini kini disebut-sebut bakal dibangun kantor SAMSAT Kabupaten Aceh Jaya, yang terletak di tepi jalan Gerbang Raja Jalan Desa Blang, Calang.

Satria, salah seorang pensiunan Lapas Kelas III Calang mengatakan tanah yang disegel oleh Kemenkum HAM tersebut hanya sebagian, yang merupakan lahan milik Lapas Kelas III akan tetapi masuk dalam lokasi pembangunan Kantor Samsat tersebut.

Dikatakan Satria, saat dilakukan pengukuran ulang Lahan milik Lapas Kelas III itu dengan luas sekitar 15 meter.

“Berdasarkan sertifikat tanah yang dikeluarkan tahun 2008, tanah tercatat milik Lapas Kelas III Calang, sekitar 15 Meter sudah masuk dalam lokasi pembangunan Kantor Samsat Aceh Jaya," kata Satria kepada sejumlah wartawan.

Ia menjelaskan penyegelan itu terpaksa dilakukan, guna memperjelas kepemilikan lahan berdasarkan batas tanah, sehingga tidak terjadi sengketa kedepannya, dan pembangunan kantor Samsat pun bisa lancar tanpa masalah.

Ia menyebutkan pihaknya memiliki bukti kuat jika lahan tersebut merupakan milik Lapas Kelas III Calang yang masuk dalam lokasi pembangunan kantor Samsat Aceh Jaya itu.

Awalnya, kata dia, pihaknya tidak tahu jika laham milik Kemenkum HAM yang diperuntukkan bagi lapas Kelas III Calang itu diklaim oleh Kantor Samsat Aceh Jaya, namun setelah pendirian pagar beton oleh kantor Samsat dan dilakukan pengukuran ulang ternyata sebagian merupakan lahan milik mereka.

Apa yang disamapaikan oleh Satria, dibenarkan oleh Kepala Lapas Kelas III Calang, Rusli saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun Rusli menyebutkan, dirinya tidak bisa menjelaskan secara detail berapa luas lahan milik Lapas Kelas III itu yang ikut terserobot dalam pembangunan Kantor Samsat tersebut.

"Soal itu benar. Namun terkait berapa luas dan kronologisnya saya kurang tahu, karena saya masih baru di Lapas Calang," tuturnya.

Untuk memperjelas lokasi tersebut, kata dia, pihaknya telah menjadwalkan pertemuan yang berlangsung dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Calang untuk menyelesaikan perosalan itu.

Ia mengaku aksi yang dilakukan, bukan bermaksud menghambat pembangunan Kantor Samsat apalagi intansi tersebut juga milik Negara.

“Kita sebenarnya tidak menghambat pembangunan Kantor Samsat sebab dua-duanya instansi ini milik negera, namun kita hanya ingin memperjelas dan ingin menyelesaikan secara kekeluargaan dengan pihak-pihak terkait," imbuhnya.

Sembelumnya sejumlah warga Aceh Jaya melakukan penyegelan lahan lokasi pembangunan kantor Samsat calang, lantaran lahan itu dianggap milik mereka.***

Editor:Redaksi
error: