Sudah 20 Orang Diperiksa Terkait Teror Bom DPRK Aceh Barat

Jibom Brimob Polda Aceh Olah TKP Ledakan Granat

DILIPUTNEWS.CO - Meski sudha dua bulan berlalu, dugaan teror bom kediaman Ahmad Yani, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat di Desa Alue Peurman, Kecamatan Woyla Barat, belum terungkap. Sudah 20 orang saksi diperiksa polisi untuk menemukan dalang kejadian itu.

"Perkembangan kasus pelemparan granat hingga kini masih dalam proses penyelidikan. Insyaallah dalam bulan depan kita laporkan lagi perkembangannya," kata AKBP Polisi Andrianto Argamuda, SIK kepada wartawan, Sabtu (15/8/2020). Usai diskusi Merah Putih bersama PUPR Aceh Barat, di Gampong Kupi, Desa Kuta Padang.

Dijelaskannya, sejauh ini pihaknya telah memanggil 20 orang saksi yang terdiri dari keluarga dan tetangga sekitar. Hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Medan, Sumatera Utara, terkait jenis granat yang digunakan pelaku yakni granat jenis nanas.

"Kami belum bisa pastikan apa motif dari kasus ini, cuma hasil dari Lab sudah keluar, granat yang di gunakan berjenis nanas," ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ahmad Yani mengatakan, setelah kejadian pelemparan granat di rumahnya, hingga kini masih merasakan kegundahan dan trauma, terlebih bagi istrinya.

"Istri saya lebih was-was, Kalau saya pergi, sebentar-sebentar menelpon, dia masih takut padahal kami sudah pindah rumah," kata Ahmad Yani.

Istri dan anaknya, kata dia, sudah tidak lagi menempati rumah tersebut, melainkan telah pindah ke lokasi lain. Namun, masih berada di kawasan desa yang sama. Ia juga membatasi diri untuk kegiatan dan bersilaturahmi.

"Saya inikan anggota DPRK, seharusnya saya selalu bisa bersosialisasi dan bersilaturahmi di setiap kegiatan, tapi sekarang hal itu sudah saya batasi," ungkapnya.

Karena rasa kekhawatiran itu, hingga kini rumah kediamannya masih dilakukan penjagaan oleh pemuda setempat.

"Alhamdulillahnya setiap malam ada pemuda kampung yang nginap dirumah saya. Semoga polisi segera mengungkap aktor dan motif teror granat yang menimpa keluarga kami, agar saya juga bisa dengan aman dan nyaman menjalankan tugas saya sebagai wakil rakyat," tutup Ahmad.***

error: