Tangani Covid-19, Dosen UTU Minta Pejabat Sumbangkan Gaji Untuk Bantu Masyarakat

Dosen UTU - Aduwina Pakeh

DILIPUTNEWS.CO - Berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 terus dilakukan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, seperti kebijakan Physical Distancing, Social distancing, pemberlakuan jam malam, kampanye dirumah saja hingga kebijakan terbaru pemerintah yaitu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Semua kebijakan tersebut merupakan upaya untuk menekan penyebaran dan penularan virus corona jenis baru penyebab Covid-19 di suatu daerah. Masyarakat terus diingatkan untuk tidak beraktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus yang mematikan ini.

Masifnya kampanye pemerintah untuk meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dianggap merupakan solusi terbaik untuk memutus rantai penularan Covid-19. Selaku insan kampus, yang dimana seluruh kampus di Indonesia juga menerapkan kuliah daring dan Work From Home bagi para pegawainya, kita mendukung kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat tersebut.

Mengingat dari hari kehari kasus positif terus meningkat, angka kematian pun terus bertambah, maka kita patut khawatir dan permasalahan ini harus menjadi perhatian kita bersama.

Ketika kondisi seperti ini terus berlangsung maka pihak yang paling dirugikan adalah masyarakat yang pekerjaannya bergantung diluar rumah, terutama masyarakat kurang mampu. Mereka terkena langsung dampak pembatasan Social dan Physical Distancing ini.

Atas kondisi demikian, Dosen Sosiologi Universitas Teuku Umar, Aduwina Pakeh, M.Sc meminta agar para pejabat baik yang duduk di Eksekutif maupun legislatif di Aceh untuk sumbangkan gajinya membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

"Seharusnya para pejabat mempunyai kesadaran kolektif seperti pejabat di negara lain, yang menyumbangkan gaji mereka untuk membantu masyarakat kecil yang terdampak COVID-19. Kita melihat kesadaran tentang masalah ini masih sangat kurang" ujar Aduwina Pakeh di Meulaboh, Selasa (7/3/2020).

Kesadaran kolektif para elit baik ditingkat Provinsi Aceh maupun dilevel kabupaten/kota tersebut bukan atas perintah negara, melainkan tumbuh atas kesadaran bersama untuk membantu masyarakat kecil yang semakin menderita akibat pandemi COVID-19.

Ia memuji langkah yang dilakukan beberapa orang Anggota DPR di Aceh yang menyumbangkan gajinya untuk beberapa bulan kedepan untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19.

Diluar Aceh, sudah ada beberapa pejabat setingkat Gubernur dan Bupati/Wali Kota yang telah dengan berani menyumbangkan gajinya untuk Rakyat, sebut saja seperti Gubernur Sulawesi Selatan Rusli, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, Kepala Desa Talunombo, Wonosobo, Badarudin, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dan lainnya.

"Para pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) juga hendaknya dengan sukarela melakukan pemotongan gaji untuk COVID-19 ini, karena tunjangan besar dan selayaknya menjadi model rujukan bagi elemen bangsa yang lain, seperti Kepala Dinas di seluruh Aceh," kata dia.

Selain itu, kita juga mengapresiasi langkah nyata dua pengusaha Muda Aceh Barat yaitu Ketua KADIN Aceh Barat, Abi Devi dan Ketua ISMI Aceh Barat, Amiruddin yang telah bergerak membantu masyarakat dengan caranya masing-masing. "Kita berharap para pengusaha-pengusaha lainnya untuk turut berkontribusi dalam penanganan COVID-19 tersebut," Harap Aduwina Pakeh

Kemarin pemerintah pusat mengumumkan masyarakat yang terpaksa keluar rumah WAJIB memakai masker, namun nyatanya masyarakat sangat sulit mendapatkan APB jenis masker itu, jikapun ada harganya melambung tinggi.

"Kita membutuhkan negarawan dan pahlawan sejati saat ini," Tutup Aduwina Pakeh.

error: