Permintaan Menurun

Tangis Pengusaha Batako Ditengah Pandemi Corona

Karimuddin, Seorang Pengusaha Batako di Aceh Selatan

DILIPUTNEWS.CO - Karimuddin, (56) warga Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan harus mengurut dada atas kondisi usaha batako miliknya yang menyusut dari sisi penjualan sejak beberapa bulan terakhir.

Pasalnya Pandemi Virus SARS-CoV-2 yang melandan belahan dunia, jumlah permintaan batako semakin menurun bahkan jumlahnya turun lima puluh persen.

“Bisanya sebelum virus corona melanda belahan dunia, penjualan mampu menjual 4 ribu sampai 5 ribu buah batako perbulanya namun saat ini ia hanya mampu menjual sekitar dua ribu buah saja perbulanya," kata Karimuddin, saat disambangi di tempat usahanya, di Tapaktuan.

Kurangnya peminat salah satu bahan bangunan tersebut, kata Karimuddin, ditengah situasi Corona Virus Disease (Covid-19) ini membuat warga menahan sementara niatnya untuk membangun rumah atau gedung disebabkan oleh kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Kurangnya jumlah penjualan tersebut, membuat ia harus mengurangi jumlah produksi. Kamaruddin mengaku sejak Pandemi Covid-19 ini satu hatinya ia hanya memproduksi 150 hingga 200 batako saja per harinya.

“Sekarang ini susah kita jual, dulu masih lumayan ada aja yang pesan ini harga material pun sekarang sudah naik” tambahnya.

Meski jumlah produksi minim, akan tetapi tidak semua jumlah tersebut terjual dalam sehari. Beruntung Kamaruddin masih bisa memproduksi batako dengan mesin pengaduk semen atau molen yang mulai usang.

"Sehari jumlah yang saya produksi hanya 150 dan paling banyak 200 buah. Itu juga tidak habis terjual sehari selama corona ini. Minimnya jumlah ini karena mesin molen juga sudah tua dan kadang-kadang rusak," ungkapnya.

Saat mesin mengalami rusak, maka mau tidak mau ia harus rela tidak memproduksi batako tersebut. Lantaran harus menghabiskan waktu seharian memperbaiki mesin molen miliknya itu.

Kini ia hanya berharap agar pemerintah dapat membantu usaha nya di masa wabah virus corona ini. Harapan lain dari ayah tiga anak ini wabah virus mematikan itu cepat berakhir agar usaha yang menghidupi keluarganya ini dapat bertahan.

error: