Anak Gajah Liar Ditemukan Mati dan Membusuk Di Aceh Jaya

BKSDA Aceh Menyelidiki Penyebab Kematian Gajah

DILIPUTNEWS.CO - Seekor anak gajah liar diperkirakan berusia satu tahun ditemukan mati dan telah membusuk di kawasan hutan Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya.

Keberadaan bangkai anak gajah tersebut diketahui setelah kawanan puluhan ekor gajar liar sering turun ke desa mencari makan. Meski tak sampai ke permukiman, namun kebun warga disana menjadi sasaran sebagai sumber makanan.

Tepatnya di kawasan Gampong (Desa) Baro, daerah setempat. Warga sekitar sebelumnya telah mengetahui keberadaan anak gajah liar disana dalam keadaan sakit, meski ada niat dari warga untuk diobati, namun tidak bisa mendekat lantaran dijaga oleh kawanannya.

Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyelidiki penyebab kematian hewan dilindungi itu. Bangkai anak gajah itu kemudian dibedah dan diambil beberapa sample untuk diuji lab nantinya.

“Ini adalah salah satu anak gajah liar berjenis kelamin jantan yang kita perkirakan umurnya sekitar satu tahun. Kita sudah melakukan uji nekropsi atau mengambil alat alat vital di dalam tubuh gajah, jantung, hati, isi dalam, ginjal dan lainnya untuk dikirimkan ke lab kita agar dapat menemukan penyebab kematian,” kata dokter hewan BKSDA Aceh, drh. Rosa Rika Wahid, Rabu (29/4/2020).

Ia menuturkan, kawanan gajah tersebut diperkirakan masih berkeliaran di sekitar hutan, dibuktikan dengan jejak indukan yang masih baru. Bahkan kelompok hewan dilindungi tersebut diyakini akan lebih lama bertahan disana karena menemani salah satu kawanan mereka yang sudah mati.

“Tadi jejak di sekitar hutan ini memang gajah kawanan, ada jejak gajah indukan yang memang, dan sampai ada bagian dari kawanan (anak gajah) yang mati pun mereka tetap disini menemani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil dugaan sementara setelah melihat kondisi bangkai gajah, pihak tim medis hewan tidak menemukan adanya tanda kekerasan fisik ataupun luka jerat yang mengakibatkan kematian gajah tersebut. “Untuk sementara dugaan kita gajah ini mati karena factor penyakit internal,” sebutnya.

Diperkirakan ada 30 ekor kawanan gaja yang masih berada disekitar hutan, meski gajah liar itu tidak masuk ke permukiman penduduk, namun kebun warga menjadi sasaran sebagai sumber makanan mereka.***

error: