Dokter Terkonfirmasi Positif, RSUD CND Meulaboh Terancam Tutup

Positif Covid-19 - Ilustrasi

DILIPUTNEWS.CO – Seorang dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh terkonfirmasi terinfeksi Covid-19.

Dokter berinisial HL tersebut dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR), yang dilakukan di Laboratorium Unsyiah Banda Aceh.

Direktur RSUDCND Meulaboh, dr. Putri Fathiya, SpB mengatakan, dokter HL diketahui positif Covid-19 dari keterangan dokter itu sendiri.

"Betul, dokter HL Positif Covid-19. Beliau dokter klinis atau Laboratorium kita. Selama ini ia aktif melakukan swab," Direktur RSUDCND Meulaboh, dr. Putri Fathiya, Jumat (21/8/2020).

Dikatakannya, HL yang selama ini aktif melakukan swab terhadap pasien yang diduga terpapar virus corona itu, mulai sakit sejak sabtu pekan lalu. Diketahui HL sakit pekan lalu, saat ingin melakukan swab terhadap salah seorang pasien yang diduga bergejala Covid-19, namun sang dokter menyebutkan tidak dapat melakukannya karena ia sedang sakit.

"Lalu pada senin, dr HL di rujuk ke RSUDCND dan dirawat diruang pinere disini. Dan kemarin kita bawa ke Banda Aceh," ungkapnya.

Kabarnya, RSUD CND terpaksa menutup sementara ruang radiologi dan Laboratorium di rumah sakit itu. Langkat tersebut diambil manajemen rumah sakit, pasca salah seorang dokter spesialis di rumah sakit itu dinyatakan positif Covid-19.

Penutupan terpaksa dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus berkode SARS-CoV-2 itu, lantaran petugas dua ruang itu selama ini memiliki kontak erat dengan dokter HL yang saat ini dinyatakan positif Covid-19.

“Jadi karena beliau dinyataan positif terpaksa kita tutup sementara ruang radiologi, dan juga ruang Laboratorium. Karena petugas ini kan selama ini pernah kontak erat dengan dokter HL,” jelasnya.

Dikatakannya, ada lima petugas di rumah sakit itu yang menjalankan isolasi mandiri, dimana mereka merupakan petugas radiologi dan Laboratorium serta satu perawat yang, selama ini merawat dokter HL selama dirawat di ruang pinere. pihaknya sedang mengupayakan memungsikan radiologi yang ada di ruang pinere RSUDCND Meulaboh.

“Untuk ronsen nanti masih bisa dilakukan di ruang pinere. Tapi khusus untuk toraks, sekarang memang kendalanya petugas tidak ada karena sedang isolasi mandiri tapi kita sedang cari yang di pinere petugas radiologi yang dipinere,” katanya menambahkan.***

error: