Gelapkan Uang Nasabah 6 Milyar, Oknum Pegawai BRI Abdya Diringkus

Gelapkan Uang Nasabah 6 Milyar, Oknum Pegawai BRI Abdya Ringkus

DILIPUTNEWS.CO - RS alias Vina (26) salah seorang oknum pegawai Bank BRI Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diamankan oleh Kepolisian Resort (Polres) Abdya  atas dugaab kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah.

Penangkapan tersangka dilakukan oleh Satuan Reskrim Abdya yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Abdya sekira pukul 05.00 Wib di Desa Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada pada Sabtu 4 Juli 2020 lalu.

"Tersangka telah berhasil kita tangkap di Aceh Tengah, untuk mendalami dan penyelidikan lebih lanjut, sementara tersangka kita amankan di Mapolres Abdya," ungkap Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Erjan Dasmi S.T.P, dalam Konferensi Pers di halaman Mapolres Abdya, Selasa (7/7/2020).

Selain telah menangkap pelaku, Satreskrim Abdya juga berhasil mengumpulkan berbagai macam barang bukti yang didapatkan pada saat penangkapan dan penyelidikan terhadap tersangka.

"Barang bukti berupa 5 buah ATM BRI, 1 unit EDC BRI, 1 examplar rekening koran atas nama Anton Sumarno, uang tunai sebanyak Rp.1.841.000,-, 1 buah buku tabungan BRI Syariah atas nama Syahrul, 1 buah ID Card tanda pengenal atas nama tersangka, 1 unit handphone (HP) merk Vivo, 1 unit HP merk Oppo, 1 unit HP merk Samsung, serta 1 unit mobil jenis Honda HRV warna putih nomor polisi BL 1381 BZ," terang Muhammad Erjan.

Atas kejadian penipuan dan penggelapan tersebut, korban yang telah melapor dan dilakukan pemeriksaan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementar, kerugian materi sekitar lebih kurang Rp.6.300.000.000,- (Enam Miliar Tiga Ratus Juta Rupiah)," ujarnya.

Erjan menyebutkan, modus jasa Pick Up Servis yang digunakan pelaku, yaitu  dengan menjanjikan korban akan diberikan hadiah dari uang yang diminta pelaku.

"Pelaku mengiming-imingi para korban dengan pemberian reward atau hadiah dari uang yang diminta oleh tersangka dalam hal ini berbentuk deposit dan lain lain," imbuhnya.

Kasat Reskrim Abdya menambahkan, pasal yang dilanggar pelaku tertuang dalam Pasal 46 ayat (1) UU nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan Junto pasal 372 Junto pasal 378 KUHP Pidana.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat ancaman hukuman 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara, serta denda sekurang-kurangnya 10 Miliar dan paling banyak 20 miliar rupiah," katanya.

Hingga kini, Polres Abdya telah memeriksa para pelapor atau korban, para saksi, dan tersangka. Pihak kepolisian juga menyita barang bukti yang diduga hasil dari kejahatan tersebut.***

error: