Kiprah Amiruddin Dalam Usaha Ternak Ayam Pedaging Dan Lapangan Kerja Baru

Amiruddin memperlihatkan snak syam Pedaging - DiliputNews.co

DILIPUTNEWS.CO -  Nama Ketua Front Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Barat, Amiruddin, (49) sudah tidak asing lagi ditelinga warga Aceh Barat. Pengusaha satu ini kini terus berbuat sedikit demi sedikit bagi warga Kabupaten setempat.

Pria asal Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI ini terus merintis berbagai usaha agar dapat menampung dunia kerja. Lewat usaha tambak udang vaname ia berhasil memperkajakan puluhan putra Aceh Barat.

Kini Amir, mulai merambah usaha dibidang peternakan. Kali ini ia memilih membuka usaha ayam Broiler atau ayam pedaging. Uniknya ia membuka usaha ternak ayam pedaging bukan ingin mencari untung, namun bagaimana mampu membuka lapangan kerja baru.

Bagi Amir pandemi Coronavirus Disease atau Covid 19, sangat berpengaruh pada pendapatan masyarakat terutama masyarakat pedesaan. Untuk itu ia terus berupaya berbenah dan memperbaiki ekonomi masyarakat dengan kemampuan yang ia miliki.

Amir memang bukan seorang Pimpinan Daerah, yang memiliki kekuasaan untuk memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerha (SKPD) dalam membenah ekonomi masyarakat, tapi Amir selalu mencari cara, untuk mampu memberdayakan ekonomi masyarakat.

Ini ia lakukan, karena tidak ingin melihat masyarakat Aceh Barat, terus terkungkung dengan kemiskinan dan tidak memiliki penghasilan. Maka itu dengan kekuatan yang ia miliki terus berbuat sepenuh jiwa

Apa yang dilakukannya ini sebenarnya tidak hanya bagaimana menumbuhkan ekonomi baru bagi masyarakat, namun telah turut membantu pemerintah dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran serta pertumbuhan ekonomi di Aceh Barat.

Direktur PT Sari Internasional Group (SIG), saat ini juga dipercaya mengelola kegiatan bongkar muat batubara milik PT Mifa Bersaudara untuk diekspor ke luar negeri. Ia dipercaya oleh perusahaan tambang batubara terbesar di Aceh ini, karena kejujurannya dan profesionalismenya dalam bekerja. Dan berhasil mempekerjakan 140 orang tenaga kerja lokal.

Ayah dari dua anak yang saat ini juga di percaya sebagai ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh Barat, merambah usaha ternak ayam pedaging dikawasan pedalaman Aceh Barat. Desa Menuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen.

Diatas lahan 2 hektar Amiruddin mendirikan kandang ayam moderen dengan luas 1,200 meter bujur sangkar. Lahan yang dibangun kandang ayam oleh Amiruddin ini, milik warga setempat. Hasil dari penjualan itu nantinya akan dibagikan bagi pemilik lahan.

“Latar belakang kita buat kandang ayam, ini banyak teman-teman kita tidak memiliki pekerjaan dan banyak menghabiskan waktu berkumpul di warung kopi. Kebetulan mereka ada potensi jadi ada lahan gratis maka kita bangun kandang ayam untuk mereka,” kata Amiruddin, kepada wartawan.

Karena itu, kata Amir, ia membuka usaha peternakan ayam pedaging di daerah tersebut, terutama bagi pemilik lahan yang juga belum mampu maksimal mengelola lahan tersebut. Dengan dibukanya usaha ternak itu, maka pemilik lahan dan pekerja lainnya bisa memiliki tambahan.

Dikatakannya, usaha ayam pedaging merupakan bisnis yang menjanjikan dan bisa memberikan keuntungan lebih, lantaran masa pertumbuhannya yang cepat hanya membutuhkan waktu selama 35 hari saja.

Usaha yang ia lakukan itu, kata dia, tidak hanya mampu membuka lapangan kerja baru, namun juga sebagai upaya untuk membuat harga ayam pedaging stabil di Aceh Barat, pasalnya dengan banyaknya ayam yang didatangkan dari luar seperti Banda Aceh dan Bireun membuat harga tidak stabil, ini disebabkan biaya produksi ditambah biaya angkutan membuat harga ayam yang laris dipasaran itu menjadi mahal.

“Biasanya ayam disini dipasok dari Banda Aceh dari Bireun. Hari ini telah kita buat di Meulaboh ini,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya produksi dari Aceh Barat maka sedikit tidaknya akan memangkas biaya transport sehingga harga lebih murah.

Untuk saat ini, kata dia, jumlah bibit ayam yang sedang diternak olehnya itu berjumlah 22 ribu ekor didalam kadan yang berukuran 12 x 100 meter itu.

Usaha ternak ayam pedaging yang dilakukan Amir ini berbeda dengan usaha ternak ayam konvensional, pasalnya kadang ayamnya itu dilengkapi mesin pemanas serta air conditioner untuk menjaga suhu ruangan.

Bukan hanya itu, dalam memberikan pakan juga tidak lagi dengan tabur secara manual namun dengan peralatan canggih pakan langsung ditabur ke wadahnya.***

error: