Aceh Barat

Lagi, Warga Lapang Usir 11 Pekerja Asal Zona Merah

Pekerja Asal Zona Merah (Medan) Diminta Angkat Kaki Dari Aceh Barat

DILIPUTNEWS.CO – Puluhan masyarakat Desa lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat kembali menciduk 11 orang pekerja asal zona merah Sumatera Utara (Sumut), warga berang mereka masuk tanpa melapor dan tak mengantongi surat peryataan bebas Covid-19. Kamis (18/6/2020).

Warga setempat resah terhadap kehadiran para pekerja buruh bangunan itu ke kampung mereka ditengah pandemi Covid-19 apalagi tak mengantongi surat kesehatan, Keberadaan mereka disana diketahui sudah sejak dua pekan lalu untuk bekerja dipembangunan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Ke 11 buruh kasar beserta barang bawaannya dikeluarkan dari penginapan yang masih satu perkarangan dengan lokasi pekerjaan. Warga meminta penduduk asal Sumut itu segera dipulangkan ke kampung asalnya.

Om Ben , warga Desa Lapang mengatakan, pihak pemilik kegiatan pembangunan gedung SKB memang melaporkan pekerja yang bekerja disana, namun yang diberitahukan kepada aparat desa hanyala warga lokal, sementara tidak yang dari luar provinsi.

“Malam ini mereka harus angkat kaki dari sini, tidak boleh lagi berada di desa kami, ini sudah dua kali kejadian serupa, pemborongnya berbohong sama kami, yang diberitahukan warga lokal yang bekerja kepada kami, sementara yang bekerja orang luar, padahal dia sudah berjanji tidak lagi demikian,” kata Om Ben.

Sebelumnya, warga desa setempat juga pernah mengusir paksa 20 orang pekerja asal daerah yang sama pada bulan lalu, namun hal itu tak membuat pemilik pekerjaan disana mengurung niat untuk memakai tenaga kerja luar.

Warga berencana akan memberhentikan pekerjaan tersebut sementara waktu karena dinilai sudah tidak lagi sesuai perjanjian yang dibuat, apalagi warga tak bisa menghubungi kontraktor pekerjaan pembangunan tersebut.

Tak lama setelah para pekerja dikeluarkan, Tim Gugus tugas Covid-19 Aceh Barat datang ke lokasi dan memeriksa dokumen serta dilakukan pengecekan suhu tubuh, rata-rata normal dan tidak bermasalah.

Satgas Gugus Covid-19, Irsadi Aristora saat dilokasi mengatakan, kalau dari suhu tubuh tidak masalah, sebab kondisi Aceh yang berubah drastis saat ini membuat pihaknya juga khawatir akan penyebaran pendemi Covid-19 semakin parah di Aceh.

“Keinginan warga segera dipulangkan, mereka masuk tidak melapor, kondisi Aceh saat ini kan berubah drastis dan positif Covid-19 bertambah, itu yang kita khawatirkan, kalau dari suhu tbuh mereka normal, paling tinggi 36,8 paling rendah 36,3,” ujarnya.

Pihak gugus tugas mengkhawatirkan reaktif Covid-19 saat ini banyak ditimbulkan oleh Orang Tanpa Gejala (OTG)***

error: