Legislator: Ada Oknum Pejabat Ambil Keuntungan Bongkar Muat Tiang Pancang

Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat Ramli, SE

DILIPUTNEWS.CO - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat menduga ada oknum pejabat di daerah setempat yang mengambil keuntungan dalam pekerjaan bongkar muat material tiang pancang di Pelabuhan Jetty Meulaboh.

"Pekerjaan ini tidak regulasi untuk PAD, keuntungan untuk masyarakat juga tidak terlihat. Ini hanya menguntungkan pejabat," kata Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat H Kamaruddin, SE, saat meninjau Pelabuhan Jetty Meulaboh, Selasa (9/6/2020) siang.

Ia bersama Wakil Ketua I DPRK Ramli, SE melihat kondisi pelabuhan Jetty Meulaboh di Suak Indra Puri, Kecamatan Johan Pahlawan, kondisinya semakin rusak karena aktivitas bongkar muat material tiang pancang PLTU 3-4 Nagan Raya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pihak legislatif sebelumnya telah melarang pekerjaan menggunakan jasa Pelabuhan Jety Meulaboh dan tidak boleh dilakukan sampai ada regulasi yang jelas, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Kita minta tanggungjawab perusahaan daerah Pakat Beusare, pelaksana proyek (IOT) dan Dinas Perhubungan. Sebelum ada kegiatan bongkar muat tiang pancang pelabuhan ini tidak rusak, akan kita bawa keranah hukum," tegas Ramli,SE.

Kedua anggota legislatif ini juga mengancam akan melaporkan kondisi kerusakan tersebut kepada Kejaksaan Agung karena ini adalah fasilitas pemerintah pusat, aset negara di kelola di daerah bukan untuk dimanfaatkan oknum pejabat.

"MoU pekerjaan ini saja tidak jelas, PT Pelindo harusnya yang mengelola pekerjaan ini, tapi setahu kami bukan mereka karena Pelindo belum ada kelanjutan kontrak kerja dengan Pemkab Aceh Barat," imbuhnya.

Pihak perusahaan PT IOT sepertinya juga tidak peduli dengan kondisi demikian, malahan pengangkutan material dilakukan pada siang hari, padahal secara ketentuan pekerjaan demikian menyalahi aturan lalu lintas dan angkutan.

Belum lagi persoalan banyak pekerja di pelabuhan Jety yang tidak menggenakan sefety mengabaikan keselamatan kerja, harusnya ada pihak yang telah turun memberikan peringatan atau menghentikan pekerjaan itu sampai aturan diikuti.

"Pengangkutan tiang pancang tidak boleh siang hari masuk dalam Kota Meulaboh, jalanan penuh dengan kendaraan besar, itu menyalahi aturan. Ini pekerjaan sangat dipaksa, kita duga ada indikasi fee sangat besar yang harus diusut," tegas Ramli,SE.***

error: