Proyek IPAL Timbulkan Bau, Ini Penjelasan Kadis PUPR

Dinas PUPR Aceh Barat saat mengecek kondisi IPAL di Desa Kuala BUbon, Kecamatan Samatiga - Doc Dinas PUPR

DILIPUTNEWS.CO – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, akan melakukan penanganan terkait aroma tidak sedap akibat tidak berfungsinya saluran Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) di rumah apung nelayan, Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga.

“Kemarin dan hari ini TIM PUPR sudah turun ke lokasi untuk cek IPAL dan sambungan rumah. Kondisi IPAL tidak ada permasalahan baik dari segi fungsi maupun bau yg ditimbulkan artinya tidak ada bau di IPAL,” kata Kadis PUPR, Kurdi, saat dikonfirmasi Diliputnews.co, jumat (5/6/2020).

Kurdi menjelaskan, pihak melakukan penulusuran soal kendala yang dilaporkan masyarakat tersebut, hanya tiga unit rumah yang menimbulkan bau di toilet.

Temuan tim di lapangan, bau tersebut ditimbulkan karena pemilik tiga unit rumah tersebut tidak mengizinkan pemasangan sambungan grease trap yang berfungsi sebagai pendorong tinja, setelah dijelaskan dua rumah sudah bersedia untuk dipasang, hanya tersisa satu unit lagi yang tidak tersambung.

Diakatakannya, rencana awal pemasangan sambungan rumah ditargetkan hanya 50 saja, dalam pelaksanaan pekerjaan, pihak Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mampu menyelesaikan 55 sambungan.

“Kondisi akhir saat ini hanya satu rumah yang berbau di kloset, dan pihak KSM akan memastikan agar penerima manfaat bersedia mamasang sambungan grease trap. kita akan meminta pihak KSM untuk merehab kembali agar keluhan masyarakat bisa dapat segera di atasi,” jelas Kurdi.

Lebih lanjut dikatakan, pihak PUPR Aceh Barat akan memanggil KSM yang mengelola pembangunan IPAL untuk dilakukan penanganan sebagaimana keluhan masyarakat.

“Laporan awal dari tim lapangan sebanyak 30 KK sudah di identifikasi dan tidak ada keluhan, saat ini tim kita masih dilapangan, nanti akan kita lihat ada berapa yang perlu dilakukan penanganan, setelah semuanya di assesment tim nanti. Kita akan memanggil KSM, untuk dilakukan rehab,” jelasnya lagi.

Pihaknya menyisir satu persatu rumah warga di komplek rumah apung nelayan, untuk memastikan kondisi IPAL yang sudah dikerjakan. Hanya saja jika nanti ditemukan rumah yang manimbulkan bau akan segera diperbaiki oleh KSM.

KSM sendiri merupakan kelompok swadaya yang anggota terdiri dari masyarakat Desa Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga yang dipilih berdasarkan musyawarah desa.***

error: