Puluhan Kuburan di Aceh Barat Dibongkar Gelombang Pasang

Warga memperbaiki makam milik warga tionghoa di Aceh Barat yang dirusak hantaman ombak - DIliputNews.co

DILIPUTNEWS.CO – Sepanjang pesisir pantai Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat semakin parah tergerus abrasi.

Sedikitnya 30 meter daratan sudah terkikis oleh ombak, sejumlah pondok cafe milik warga ikut dirusak, kini kuburan di pemakaman khusus warga Tionghoa terbongkar dan rusak berat akibat hantaman gelombang pasang di daerah itu.

Pantauan DIliputNews.co, lokasi pemakaman tepat berada di garis Pantai Suak Ribee, kawasan makam semula berjarak cukup jauh dari ujung perairan laut sekitar pantai. Bahkan banyak yang tidak menyangka makam tersebut juga ikut tersapu ombak laut.

Warga disana berusaha memperbaiki makam dengan material seadanya, cuaca ektrem dan gelombang pasang tersebut juga ikut menumbangkan pohon di sepanjang pantai. Selama peristiwa itu terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kerugian meteril mencapai ratusan juta.

Kepala Desa Suak Ribe, Teuku Razali mengungkapkan, semenjak dua pekan terakhir, abrasi sudah mengikis lebih kurang 30 meter daratan pantai, mengakibatkan beberapa pondok cafe ikut dihanyutkan ke laut dan tak bisa diselamatkan pemilik.

“Berdasarkan pantauan kami, sejak dua pecan terakhir sudah 30 meter tergerus air laut, dampaknya pondok café milik masyarakat juga ikut dihanyutkan dan tidak bisa diselamatkan, ada juga yang bisa diselamatkan kalau peristiwa abrasi terjadi pada malam hari, kalau malam tidak bisa,” kata Razali saat ditermui wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Dikatakannya, masih ada beberapa pondok cafe yang bisa difungsikan oleh warga, pihaknya meminta pemerintah segera mengambil sikap untuk menaruh perhatian serius terhadap peristiwa abrasi yang semakin mengganas beberapa hari ini.

“Ada beberapa cafe yang masih bisa difungsikan, kepada pemerintah daerah dan provinsi Aceh kita meminta untuk bisa membuat pancangan, bukan batu gajah, kalau batu gajah masih bisa terguling dan hanyut ke dalam laut, ini untuk pencegahan ke depan,” harap Razali.

Kendatipun, warga pesisir Desa Suak Ribee hanya bisa pasrah meski hantaman gelombang air laut pasang mulai mendekati rumah penduduk yang tinggal di sekitar pantai.***

error: