Tiga Santri Klaster Magetan Asal Aceh Yang Positif Covid-19 Sembuh

Ilustrasi Rapid Test

DILIPUTNEWS.CO - Pemerintah Provinsi Aceh mengkonfirmasi tiga pasien positif virus corona sembuh. Ketiganya merupakan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Juru bicara Pemprov Aceh terkait penanganan COVID-19, Saifullah Abdulgani, menyebutkan ketiga santri berinisial MAH, IJ, dan AJ merupakan pasien asal Aceh Tamiang.

“Dinyatakan sembuh berdasarkan hasil uji swabnya dengan sistem Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Balai Litbangkes RI Aceh,” kata Saifullah dalam siaran persnya, Kamis (7/5).

Saifullah menjelaskan, dari ketiga santri tersebut IJ dan MAH lebih dulu dinyatakan sembuh setelah hasil tes swab yang kedua negatif virus corona. IJ dinyatakan sembuh pada 29 April 2020, sedangkan MHA sembuh dari virus corona pada 30 April 2020.

“Sementara AJ baru dinyatakan sembuh setelah hasil uji swab dua kali terakhir, yang diperoleh kemarin dan hari ini sudah negatif virus corona,” ucapnya.

Dengan hasil tersebut dari 7 santri klaster Magetan yang terkonfirmasi positif corona, tiga di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sementara total ada 75 santri Ponpes Temboro asal Aceh kembali ke kampungnya masing-masing. Mereka menyebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Lebih lanjut Saifullah menuturkan, secara akumulatif jumlah pasien positif virus corona di Aceh per Kamis (7/5) sebanyak 17 orang. Rinciannya, 5 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan provinsi dan kabupaten/kota, 11 orang sudah sembuh, dan 1 orang meninggal dunia pada Maret 2020.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), sebanyak 1.926 kasus. Ada penambahan sebanyak 6 kasus dibandingkan data kemarin. Rinciannya, sebanyak 1.816 telah selesai masa pemantauan, dan 110 orang lainnya masih dalam proses pemantauan tim gugus tugas.

Jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) bertambah 1 kasus sehingga menjadi 90 orang. Rinciannya, 11 orang dalam perawatan, 73 sudah pulang dan sehat, serta satu kasus meninggal dunia pada Maret 2020 lalu.

“Jumlah kasus pasien meninggal dunia tidak ada penambahan, 2 kasus. Itu pun kasus Maret 2020, yakni satu positif COVID-19, dan satu lagi negatif,” pungkasnya.

error: