Polisi Ciduk 6 Kurir Ganja Secara Beruntun di Abdya

Keenam tersangka kurir ganja jalani pemeriksaan di ruang Satres Narkoba Polres Abdya, Selasa (7/4).

DILIPUTNEWS. CO - Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil menciduk enam kurir ganja kering secara beruntun di lokasi yang berbeda setelah mengoreksi keterangan dari salah satu tersangka yang terciduk di Desa Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, kabupaten setempat pada Kamis (2/4) sekira pukul 22.30 WIB malam.

Kapolres Abdya AKBP Moh Basori SIK, Selasa (7/4) menjelaskan, keenam tersangka ini tertangkap dalam waktu dan hari yang berbeda. Dimana, para kurir ganja ini saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Untuk TKP awal berada di Desa Geulima Jaya, Kecamatan Susoh. Disana, Satres Narkoba berhasil mengamankan tersangka berinisial Km (24) warga Pulau Kayu, Kecamatan Susoh pada Kamis (2/4) malam sekira pukul 23.30 WIB. Dari tangannya polisi menemukan satu bungkus ganja seberat 4,74 gram.

Setelah melakukan pengembangan, Satres Narkoba berhasil membekuk kurir berikutnya berinisial SF (20) warga Alue Sungai Pinang, Kecamatan Jeumpa yang tertangkap di Desa Alue Seulaseh, Kecamatan Jeumpa bersama dengan rekannya Iw (20) warga setempat pada Jumat (3/4) tengah malam sekira pukul 01.30 WIB. Dari hasil penggeledahan ditemukan satu bungkus ganja seberat 1,47 gram.

Selang dua jam berikutnya, SF buka suara kepada penyidik Res Narkoba bahwa daun ganja itu ternyata didapat dari RD (23) yang tinggal di Desa Alue Rambot, Kecamatan Jeumpa. Setelah mengamankan RD sekira pukul 03.00 WIB, setengah jam berikutnya Fm (37) yang diamankan petugas setelah menggali pengakuan dari RD juga di Desa Alue Rambot, Jeumpa.

Tak sampai disitu saja, setelah mendapat keterangan lebih lanjut, Satres Narkoba kembali mengamankan An (26) di Desa Pulau Kayu merupakan warga setempat, sekira pukul 04.00 WIB subuh. An juga merupakan tali rantai dari kesekian tersangka lainnya yang tertangkap sebagai kurir ganja.

“Saat ini, keenam tersangka itu sudah kita amankan di Mapolres Abdya, rata-rata dari mereka dinyatakan positif menggunakan ganja. Untuk sementara mereka masih berstatus sebagai kurir,” kata Kapolres Basori melalui siaran persnya.

Atas perbuatan melawan hukum itu, keenam tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat (1) sub pasal 114 ayat (1) sub pasal 32 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman terhadap perbuatan itu antara 4-12 tahun penjara dengan denda maksimal Rp.800 juta.

“Kali ini telah kita buktikan, kalau memerangi narkoba itu tidak setengah-setengah. Tapi sampai ke akar-akarnya,” demikian Kapolres Basori.

Editor:Redaksi
error: