Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir Bandang di Aceh Tengah

Warga korban banjir bandang yang mengungsi di ruangan belajar sekolah - DiliputNews.co

DILIPUTNEWS.CO – Banjir bandang yang melanda Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (13/5/2020), menyebabkan 200 jiwa terpaksa mengungsi ke sekolah yang ada di daerah itu.

Warga terpaksa meninggalkan kediaman mereka lantaran dipenuhi lumpur setinggi 50 centimeter lebih akibat banjir bandang. Tanah longsor juga terjadi dibeberapa desa di Kecamatan Kebayakan.

Salah seorang korban banjir, Mirdra Tika mengatakan, mereka terpaksa harus tinggal dipengungsian sementara waktu karena rumah warga tidak bisa dihuni lantaran rusak diterjang banjir serta dipenuhi lumpur.

“Kita berharap pemerintah bisa memberikan tempat tinggal sementara yang layak untuk sementara waktu, sambil menunggu rumah selesai diperbaiki sesudah banjir ini,” kata Mirdra.

Meski di tengah Pandemi, warga terpaksa harus berkumpul tanpa menjaga jarak sebab tak ada pilihan lain, agar mereka dapat beristirahat pada malam hari. Desa Paya Tumpi merupakan desa paling terdampak banjir bandang di tengah puasa Ramadhan.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, belasan rumah beserta harta benda di dalamnya dan kendaraan warga hilang terseret arus banjir, hingga saat ini petugas dilokasi masih melakukan pendataan korban banjir bandang.

Sementara itu, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menyebutkan, banjir bandang dan longsor di wilayah itu disebabkan tingginya curah hujan.***

error: